Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat merevitalisasi
tambak ikan seluas 7.000 meter persegi. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan perikanan.
Kepala DKP Jawa Barat, Hermansyah, melakukan peletakan batu pertama
pekerjaan Rehabilitasi Tambak di UPTD Perikanan Air Payau dan Laut
Wilayah Utara (PAPLWU) Karawang. Tambak tersebut berlokasi di UPTD
Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara (PAPLWU), di Desa Pusakajaya
Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Menurutnya, rehabilitasi tambak tersebut merupakan bagian dari upaya
dukungan pencapaian salah satu sasaran Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi Jawa Barat. Antara lain, meningkatnya produksi dan
produktivitas, serta nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan
perikanan.
"Pada gilirannya, kami turut mendukung pula terhadap capaian sasaran
gubernur, yaitu Jawa Barat sebagai daerah pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan yang mandiri," katanya, Kamis (21/7).
Selain itu, Hermansyah menambahkan, hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu menciptakan struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, melalui peningkatan kontribusi ekonomi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional.
"Pada tataran praktis, rehabilitas tambak ini adalah suatu penerapan
atau aplikasi teknologi di bidang budi daya perikanan air payau dan laut, yang dapat dijadikan suatu percontohan di wilayah Provinsi Jawa Barat, dalam mengelola sumber daya perikanan secara optimal," katanya.
Hermansyah menjelaskan, perbedaan dari desain tambak ini dibandingkan
dengan tambak lainnya adalah konstruksinya yang menggunakan beton. Sementara tambak pada umumnya hanya kolam petakan tanah biasa, ataupun
kolam yang dilapis oleh plastik. Dengan konstruksi ini, terdapat
keunggulan yang dapat diraih.
"Antara lain, pekerjaan persiapan dan pemanenan lebih mudah, lebih
optimal dalam mengelola kualitas air, kepadatan tebar benih dapat lebih
tinggi, dan dapat mencapai Tiga siklus tanam dalam satu tahun,"
jelasnya.
Kombinasi ini diharapkan akan memberikan hasil panen yang
relatif lebih baik daripada konstruksi tambak biasa. Dengan adanya keunggulan dari penerapan teknologi budi daya perikanan yang lebih baik.
"Semoga dapat berkontribusi pula pada pendapatan asli
daerah (PAD) yang disetorkan ke kas daerah," harapnya.
Rehabilitasi tambak yang dikerjakan ini adalah suatu pekerjaan
konstruksi fisik yang meliputi area seluas ±7.000 m2. Nantinya, akan
terdiri dari sembilan petakan tambak, berikut kelengkapan pendukungnya
berupa saluran masuk dan buang, sumur air, dan kelistrikan.
"Adapun urutan pekerjaan adalah pengurugan tanah, pemadatan tanah,
pembuatan kolam atau petakan tambak dari beton, pembuatan instalasi
pendukung yaitu saluran masuk dan buang, sumur bor, dan kelistrikan,
serta finishing," katanya. (N-2)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved