Rabu 25 Mei 2022, 11:53 WIB

Tiga Aset KSPN Labuan Bajo Menunggu untuk Beroperasi

Putra Ananda | Nusantara
 Tiga Aset KSPN Labuan Bajo Menunggu untuk Beroperasi

SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati pemandangan di Kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT

 

TIGA proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, KSPN Labuan Bajo, hingga kini terlantar karena tarik ulur pengelolaan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores.

Proyek pariwisata strategis tersebut sebelumnya sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 14 Oktober 2021 lalu. Namun aset strategi pariwisata Puncak Wairingin, Batu Cermin Labuan Bajo, dan Waterfront City hingga kini belum juga dioptimalkan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengaku belum dioptimalkannya kawasan pariwistat strategis Labuan bajo disebabkan belum tuntasnya proses serah terima dari Kementerian PUPR. Padahal menurut Endi, Puncak Wairingin akan dijadikan pusat souvenir hasil kerajinan UMKM seperti tenun dan aksesori.

"Serta kawasan Batu cermin, sebagai pusat pertunjukkan dan kegiatan pertemuan. Sedangkan zona satu, dua dan lima Waterfront City akan dimanfaatkan untuk UMKM dan kuliner khas Manggarai Barat dan Nusantara," imbuhnya, superti dilansir Metro Tv, Selasa (24/5).

Baca juga: Harga BBM Capai Rp20.150/Liter, Kapal Wisata Labuan Bajo Ancam Mogok

Dalam penataan KSPN Labuan Bajo ini telah menelan dana mencapai Rp979 Miliar. Endi Berharap pemerintah pusat segera melakukan serah terima ketiga aset tersebut agar bisa dioptimalkan untuk mendorong ekonomi masyarakat Manggarai Barat.

"Harapannya semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama aset yang telah dibangun itu segera di serahkan kepada pemda untuk mengelola supaya pemberdaayaan ekonomi rakyat bisa terwujud," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Badan Pelaksana Otorita Pariwsata Laubuan Bajo Flores Shana Fatina menyatakan pengelola tiga aset strategis pariwisata Labuan Bajo masih di bahas dalam rapat koordinasi pemerintah. namun Shana memastikan bahwa aset yang selesai dibangun oleh Kementerian PUPR akan dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing.

"Aset ini akan diserahkan kembali tergantung dari pemiliknya. Yang jelas yang akan kita kawal adalah standar operasional maintenance dan bagaimana tata kelola pelayanan publiknya," ungkap Shana.

Ketua Asosiasi Kelompok Usaha Unitas Kandy Latubatara beraharap pengelola Tiga KSPN Labuan Bajo harus mampu menghasilkan dampak yang signifikan atau dampak yang menguntungkan bagi pembangunan daerah. Kedua, pengelola nantinya bisa melibatkan pelaku UMKM.

"Harus berdampak bagi pembagunan daerah dengan pelibatan para UMKM," tutur Kandy. (A-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sandiaga Bantu Pemuda di Kulon Progo yang Manfaatkan Limbah Jagung

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 01:23 WIB
Sandiaga pun berdialog dengan Ade. Sebab, pemuda tersebut bisa memanfaatkan limbah jagung menjadi produk yang...
DOK.MI

3 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Puskesmas di NTT Ditahan

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:25 WIB
Anggaran proyek itu bersumber dari Dinas Kesehatan Rote Ndao sebesar Rp1,120...
Dok. Pribadi

Sandiaga Berikan Bantuan Seniman Tari Surakarta Kembangkan Bakatnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:17 WIB
Dalam kesempatan itu, Dzari mengatakan tarian goleknya belum memiliki musik pengiring. Sebab Dzari terkendala biaya untuk menyewa gamelan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya