Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Ramadan, harga berbagai kebutuhan pokok mulai merambat naik. Wali Kota Semarang meminta pedagang tidak mencari untung berlebihan dan Dinas Perdagangan melakukan pemantauan untuk menjaga harga serta ketersediaan barang.
Pemantauan Media Indonesia, Selasa (15/3), warga Kota Semarang dan sekitarnya dibuat kelimpungan karena selain masih kesulitan memperoleh minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET), harga berbagai kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional merambat naik jelang bulan Ramadhan.
Selain kelangkaan minyak goreng satu harga, para pedagang di pasar tradisional masih menjual minyak goreng hingga Rp20.000 per liter untuk kemasan premium dan Rp16.000 per liter untuk minyak goreng curah, bahkan pasar modern baik minimarket maupun swalayan juga tidak ada lagi stok.
Harga kebutuhan pokok melonjak cukup tajam, seperti telor ayam ras yang sebelumnya Rp18.000 per kilogram saat ini Rp24.500 per kilogram. Lalu daging ayam potong dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram naik menjadi Rp34.000 per kilogram, beras kelas medium dari Rp9.000-9.500 per kilogram menjadi Rp10.000-10.500 per kilogram.
Kondisi tersebut semakin sulit dengan naiknya harga kedelai yang hampir menyentuh Rp12.000 per kilogram sehingga mendorong pengrajin tahu tempe agar pandai menyiasati di antaranya mengurangi ukuran.
"Kita bingung mau berhenti produksi tempe tidak punya penghasilan, tapi mau terus jalan, harga jual tidak masuk," kata Solichin, 50, perajin tempe di Banjardowo, Genuk, Kota Semarang.
Baca juga: Pemasangan Gilder Tol Semarang-Demak Selesai Lalulintas Normal Lagi
Pedagang telur dan sembako di Pasar Johar Semarang Ashar, 52, mengatakan naiknya harga sembako terjadi sejak dari distributor, para pengecer pada umumnya hanya mengambil untung Rp500-1.000 per kilogram, seperti telur ayam ras juga sudah naik harga sejak dari peternak.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara terpisah meminta pedagang tidak memanfaatkan peningkatan kebutuhan jelang Ramadhan dengan mencari untung besar, karena berdasarkan pemantauan jumlah barang (sembako) tersedia di pasaran cukup banyak dan stok memenuhi hingga lebaran usai.
"Pedagang jangan meremo (mencari untung besar) kasihan warga, jika harga tidak terkendali saya perintahkan operasi pasar," ujar Hendrar Prihadi.
Selain itu, kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang, Hendrar meminta agar terus melakukan monitoring pasar untuk mengontrol ketersediaan barang di pasaran dan dapat mengendalikan harga. Karena saat ini telah banyak laporan masuk terjadi kenaikan harga terutama sembako.
Menyinggung kelangkaan minyak goreng, Hendrar Prihadi mengungkapkan masalah tersebut sedang dilakukan penanganan, bahkan dalam waktu dekat dilakukan penggelontoran lagi dalam jumlah besar minyak goreng satu harga.
"Kita berharap warga segera dapat terpenuhi kebutuhan minyak goreng, melalui operasi pasar," ungkapnya.(OL-5)
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan bahan pangan
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved