Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 180 desa di Sulawesi Selatan mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tahun 2021. Sementara tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Dikbudpar) Sulsel menargetkan 264 desa mengikuti ADWI 2022.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel M Jufri menyampaikan pihaknya melakukan pendampingan desa wisata di 24 kabupaten/kota di Sulsel, dengan satu daerah minimal memiliki satu desa wisata.
"Jadi, bisa saja lebih dari angka itu, mengingat desa wisata bukan berarti desa secara administratif, namun desa wisata pastilah berada di desa. Ditambah kampung wisata yang ada di wilayah kelurahan, praktis angkanya bisa bertambah banyak. Hanya saja, perlu pendampingan lebih lanjut. Pelatihan pada berbagai subsektor dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan sebuah kawasan disebut desa wisata," ucap Jufri.
Baca juga: Pengembangan Desa Wisata Kertarahayu Bekasi Diapresiasi Dirjen Bina Pemdes
Pada perhelatan ADWI 2022, Kemenparekraf/Baparekraf RI menyiapkan tujuh kategori yang mengalami penyempurnaan meliputi homestay, toilet umum, souvenir, digital kreatif, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), kelembagaan desa, dan daya tarik pengunjung.
Jufri pun menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan percepatan sosialisasi lanjutan ke tingkat kabupaten/kota, untuk diteruskan ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, serta pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak desa wisata.
Dia juga mendorong percepatan program KKN Tematik Desa Wisata yang digagas sejak November 2021. Targetnya, Maret sudah bisa dilaunching, jika belum, semua perguruan tinggi siap bergerak.
"KKN Tematik Desa Wisata ini strategis sekali untuk menjemput ajang ADWI 2022. Selain itu, banyak dampak positif bagi desa/kelurahan dan desa wisata serta kampung wisata selain mengikuti ADWI saja," tuturnya.(OL-5)
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved