Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah daerah masih berpotensi naik meskipun stoknya dijamin aman hingga Lebaran.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun memberi perhatian khusus terhadap kenaikan harga tiga bahan pokok, yakni daging, bawang merah, dan cabai merah.
Hal itu terungkap dalam Forum Diskusi Stabilitas Harga Barang Strategis Menjelang Ramadan, di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.
“Harga daging, ayam, dan bawang merah selalu diributkan di pasar karena harganya yang fluktuatif. Ini perlu perubahan dari regulasi dan sistem perdagangannya,” ujar Ketua Komisioner KPPU Sarkawi Rauf.
Sejumlah fakta yang menjadi pegangan KPPU, pertama, industri ayam hanya dikuasai dua pebisnis besar dari hulu ke hilir dengan nilai Rp450 triliun. Kedua, rencana impor di tengah harga bawang di saat surplus. Ketiga, harga cabai rawit dari petani ke pengumpul hanya Rp9.000 per kg, tetapi di pedagang jadi Rp40 ribu.
Di Medan, Sumut, harga bahan kebutuhan pokok yang naik fantastis ialah bawang merah, dari Rp25 ribu menjadi Rp45 ribu per kg. Begitu juga dengan cabai merah.
Adapun harga gula putih, beras, dan ayam, kenaikannya masih ditoleransi.
Kenaikan harga daging sapi dilaporkan terjadi di Tabanan, Bali, dari Rp105 ribu jadi Rp110 ribu per kg.
Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kenaikan harga pangan telah meresahkan masyarakat.
“Kami bingung, Mas, kenapa harga sembako selalu naik tiap tahunnya? Tapi kenapa pemerintah tidak berdaya, dan ini berlangsung seperti tradisi,” keluh Kartini, warga Kecamatan Semanding, Tuban, Jatim.
“Belum memasuki Lebaran saja sudah tinggi, apalagi nanti saat menjelang Lebaran, dipastikan naik lagi,” timpal Triska, 34, warga Candisari, Semarang, Jateng.
Andalkan stok
Perum Bulog meyakini ketersediaan stok pangan terutama beras masih menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga. Itu dikemukakan Kepala Divre Bulog Lampung, Dindin Syamsudin.
Sebagai salah satu sentra penghasil beras nasional, Bulog Lampung menjamin stok beras hingga Lebaran. Stok saat ini di gudang 67 ribu ton dan cukup sampai Maret 2017.
Hal sama diutarakan Humas Bulog Subdivre Banyumas, M Priyono. Penyerapan Bulog Subdivre Banyumas, Jateng, saat ini hampir mendekati angka 45%, sebanyak 35 ribu ton dari target 80 ribu ton.
Pada bagian lain, stok daging di sejumlah daerah juga dinyatakan aman hingga Lebaran, seperti di Kota Palu, Sulteng, Kota Padang, Sumbar, dan Kabupaten Bandung Barat, Jabar.
Namun, Kadis Peternakan dan Perikanan Bandung Barat, Adiyoto, mengatakan pihaknya tidak menjamin harga daging akan tetap stabil.
Selain menjamin stok, pemerintah juga masih melakukan operasi pasar (OP). Seperti dilakukan di Kabupaten Bandung Barat untuk komoditas beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, dan gula pasir.
Bulog Divre Jawa Tengah melakukan OP di Kota Semarang untuk menstabilkan harga bawang merah mulai kemarin hingga Minggu (22/5) .
Di Kota Padang, Sumbar, OP gula pasir yang sedianya digelar minggu ini batal dilaksanakan. Di Kota Tasikmalaya, Jabar, Wali Kota Budi Budiman mengatakan OP baru dalam tahap rencana. Di sisi lain, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Karawang, Abdul Azis, menyebutkan Karawang akan menerima bawang merah impor dari Bulog pusat. (Tim/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved