Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Perbaikan Jalur Selatan Rampung

Liliek Darmawan
12/5/2016 00:40
Perbaikan Jalur Selatan Rampung
(MI/Achmad Sapuan)

PERBAIKAN jalan di jalur selatan, tepatnya di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah, dikebut. Sebelum arus mudik Lebaran, jalur selatan penghubung antara Jakarta atau Bandung dan Yogyakarta melalui Cilacap dan Banyumas sudah nyaman dilewati pemudik. Kepala Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jawa Tengah wilayah Banyumas, Effendy Nugroho, mengungkapkan saat ini ada sejumlah ruas jalan yang pengerjaannya dikebut. Ruas jalan nasional sudah selesai dikerjakan sebelum arus mudik Lebaran. "Malah untuk ruas jalan di Cilopadang, Majenang, telah rampung perbaikannya. Selain itu, jalan nasional di jalur lintas selatan antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat di Patimuan hingga Sidareja juga telah rampung," ujar Effendy, Rabu (11/5). Menurutnya, perbaikan jalan nasional tidak membutuhkan waktu lama karena semuanya dilapis ulang dengan aspal. "Yang membutuhkan waktu lama ialah jalan provinsi. Hingga kini, jalan provinsi masih dalam proses pengerjaan, di antaranya ruas jalan Menganti-Kesugihan yang tengah dikebut penyelesaiannya," lanjut Effendy. Ditargetkan, pada akhir Mei, jalan setempat sudah rampung dan bisa dilalui dua arah. Selain itu, ruas jalan antara Buntu dan Kroya, Cilacap, dicor dengan beton.

Dari Kalimantan Timur, pemerintah provinsi setempat akan mempercepat pembangunan 11 pos pengawasan di titik-titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dari 11 pos yang menjadi titik prioritas yang akan dibangun dalam waktu dekat, salah satunya ada di kawasan Rapak dan tanjakan MT Haryono. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menegaskan percepatan pembangunan dilakukan di 11 pos pengawasan di daerah rawan kecelakaan. "Kami juga berharap para pengguna jalan juga ikut mentaati aturan dalam berkendaraan," ujar Rizal.

Pembangkit listrik
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas percepatan pembangunan di wilayahnya, Rabu (11/5). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kalsel didampingi Bupati Kotabaru Sayed Jafar Al Idrus dan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia. Koordinator Staf Khusus Gubernur Kalsel Noor Aidi menjelaskan pertemuan gubernur dengan Presiden membahas percepatan pembangunan infrastruktur daerah. "Antara lain pembangunan sejumlah pembangkit listrik karena Kalsel masih mengalami defisit energi listrik hingga saat ini," ujar Noor. Krisis listrik itu dinilai menjadi penghambat pembangunan dan buruknya iklim investasi daerah. Untuk itu, Pemprov Kalsel akan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam unit 5 dan 6 berkapasitas 2 x 65 Mw, PLTU Tabalong 200 Mw, dan PLTG 200 Mw di sektor Barito. Pembahasan lainnya ialah percepatan pembangunan jembatan penghubung Pulau Kalimantan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, yang panjangnya 6,4 kilometer.

(SY/DY/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya