Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, berangsur-angsur surut. Perkembangan terkini pada Kamis siang (11/11), pukul 11.48 WIB, BPBD memantau ketinggian muka air turun secara perlahan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, kondisi tersebut mendorong sebagian warga yang sempat mengungsi ke Balai Desa Pondok Joyo maupun Desa Sidomulyo memutuskan kembali ke rumah mereka masing-masing. "Sedangkan sejumlah warga berpindah ke rumah kerabat mereka. Pada siang ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat 864 jiwa masih berada di pengungsian," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/11).
Ia menyatakan warga yang bertahan maupun yang kembali dari pengungsian disibukkan untuk membersihkan rumah mereka dari sampah yang terbawa banjir. Mendukung pelayanan dasar warga yang mengungsi di balai desa maupun masyarakat terdampak, BPBD telah memberikan bantuan makanan dan distribusi air bersih. Petugas kesehatan tampak memberikan pelayanan kesehatan untuk memastikan kesehatan warganya. Di samping itu, tim gabungan mengoperasikan dapur umum untuk melayani warga yang masih mengungsi.
Sebelumnya diinformasikan banjir melanda sejumlah desa di tiga kecamatan pada wilayah Kabupaten Jember, antara lain Manggisan, Patemon dan Darungan (Kecamatan Tanggul), Desa Pondok Joyo, Pondok Dalem, dan Sidomulyo (Kecamatan Semboro), serta Desa Gelang dan Sumberagung (Kecamatan Sumber Baru).
Kerugian material mencakup bangunan terdampak yang terdiri dari 1.294 rumah, 1 sekolah, dan 1 musala. Banjir juga menyebabkan kerusakan rumah 1 unit dan jembatan 1 unit. Di samping itu, banjir memicu longsoran yang menutup akses jalan ke arah Gunung Gambir sebagai tempat wisata.
Banjir yang terjadi pada Rabu petang (10/11), sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan tinggi muka air di lokasi terdampak hingga 70 cm. BPBD mencatat 1.294 keluarga terdampak insiden ini dan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Menyikapi bencana ini, BPBD setempat dibantu berbagai unsur daerah, seperti Tagana, TNI, Polri, RAPI, MDMC, LPBI NU, dan beberapa kelompok relawan serta warga setempat.
Abdul menambahkan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pada pagi tadi, Kamis (11/11), tiga kecamatan masih terpantau hujan dengan intensitas ringan, sedangkan siang ini cuaca berawan. Pantauan prakiraan cuaca pada esok hari masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan di tiga kecamatan tersebut.
Baca juga: Sebanyak 34 Warga Mengungsi Akibat Banjir Rob di Kepulauan Riau
"Di sisi lain, aparat pemerintah di tingkat desa atau kecamatan dapat menyiapkan tempat evakuasi sementara sejak dini untuk mengantisipasi warga yang mengungsi. Tempat tersebut harus menerapkan protokol kesehatan, khususnya menghadapi potensi penyebaran covid-19 di pengungsian," tutup Abdul. (OL-14)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved