Kamis 22 Juli 2021, 12:13 WIB

Gubernur Banten: Perlu Internalisasi dan Pembiasaan Pakai Masker pada Masyarakat

mediaindonesia.com | Nusantara
Gubernur Banten: Perlu Internalisasi dan Pembiasaan Pakai Masker pada Masyarakat

DOK PEMPROV BANTEN

 

GUBERNUR Banten Wahidin Halim (WH) mengungkapkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat cukup efektif untuk mengurangi mobilitas dan interaksi masyarakat.

"Kegiatan masyarakat berkurang," tegasnya saat wawancara dengan sejumlah stasiun televisi dari Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 158 Kota Serang (Rabu, 21/7/2021).

Dikatakannya, masyarakat Banten merupakan masyarakat religius dan mayoritas di pedesaan. Perlu internalisasi dan pembiasaan kepada masyarakat untuk memakai masker sebagai kebiasaan atau budaya baru. "Ini perlu diinternalisasi melalui para tokoh agama dan tokoh masyarakat," tegas Gubernur.

Dikatakannya, berdasarkan data Satgas Covid-19, Provinsi Banten masuk kategori patuh. "Memang tidak sangat patuh, bukan kurang patuh," ungkap Gubernur.

"Data dari Satgas Covid-19, penting bagi kami untuk melakukan law enforcement. Dan ini akan kita lakukan terus-menerus," tambahnya.

Dijelaskannya, Satgas Covid-19 Provinsi Banten memberikan sedikit kelonggaran kepada kelompok-kelompok marginal, kelompok tertentu. "Kita tetap melakukan tindakan tegas, tapi persuasif. Kita berharap ada perubahan signifikan dengan sisa waktu yang ada," tambahnya.

Terkait bantuan sosial, Gubernur menjelaskan, untuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, sejak awal Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan Bantuan Sosial sebesar Rp600 ribu per bulan kepada masyarakat terdampak selama tiga bulan.

"Kementerian Sosial juga sudah menggelontorkan, saling melengkapi. Saat ini Kepolisian memberikan bantuan beras dan ditambah TNI memberikan bantuan obat. Saling melengkapi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat," ungkap Gubernur.

"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah persoalan makan dan obat," tambahnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Gubernur menjelaskan, alokasi dari Pemerintah Pusat prioritaskan DKI Jakarta, selanjutnya baru Banten dan daerah lainnya.

"Soal oksigen, Provinsi Banten tidak kekurangan. Produsen oksigen ada di Banten. Mereka sudah menyumbang, oksigen, tabung, dan dispenser," jelas Gubernur.

Terpisah, Staf Khusus Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi koordinasi Gubernur Banten dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Banten. (RO/OL-10/ADV)

Baca Juga

Dok MI

Hoaks Hambat Penanggulangan Covid-19 di Jateng

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 09:00 WIB
Musuh saat pandemi tidak hanya covid-19 tetapi juga kelompok masyarakat yang tidak percaya virus ini dan menebarkan ketidakpercayaan mereka...
Ist/Pemprov Jateng

Ganjar Apresiasi Mahasiswa Peduli Warga Terdampak Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 08:51 WIB
Rupanya mahasiswa Polines sedang menggelar aksi sosial memborong dagangan dari pedagang kaki lima untuk kemudian dibagikan kepada...
Ist

Sebanyak 77 Ribu Pelanggan di Babel Nikmati Stimulus Listrik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 21:14 WIB
Sebanyak 77.055 pelanggan tersebut terdiri dari pelanggan rumah tangga subsidi daya 450 VA sebanyak 35.140 pelanggan dan rumah tangga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya