Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA daging hari pertama mameugang pada Minggu (18/7) di Aceh mencapai Rp180.000 per kg (kilogram). Harga daging (kerbau dan sapi) tersebut berbeda dari hari-hari biasanya yang hanya berkisar Rp140.000 hingga Rp150.000 per kg.
Pantauan Media Indonesia di kawasan Kabupaten Pidie, misalnya, harga daging kerbau tembus Rp180.000 per kg. Padahal di hari-hari sebelum meugang harganya yaitu Rp150.000 per kg.
Lalu harga daging sapi, dari biasanya Rp140.000 per kg, pada hari mameugang pertama H-2 Iduladha 1442 H, kali ini mencapai Rp170.000 per kg. Secara umum kenaikan pada dua jenis daging itu sebesar Rp30.000 untuk per kg.
"Harga kerbau bisa mencapai Rp32 juta per ekor dan sapi lokal yang ukurannya langsing juga mencapai Rp20 juta," tutur Abdullah, penjual daging di pasar Peukan Pidie, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh.
Di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur harga daging sapi pada mameugang hari pertama juga mencapai Rp170.000 per kg. Alasan para penjaja daging maumegang harus menjual semahal itu karena modal mereka untuk membeli hewan ternak tersebut sangat mahal.
"Apalagi pada mameugang Idul Adha seperti ini, harga kerbau atau sapi cukup tinggi karena bersamaan waktu dengan kebutuhan hewan kurban," tutur Fadli, dokter hewan yang juga pengamat masalah pasar daging di Aceh.
Harga itu hampir sama juga di kawasan Kota Banda Aceh ibu kota Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Hanya, warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar lebih suka mengkonsumsi daging sapi.
Berbeda dengan masyarakat Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulyssalam, dan Kabupaten Aceh Singkil lebih laris daging kerbau. "Aceh Bagian Timur, Utara, Banda Aceh, dan Aceh Besar lebih laris daging sapi. Kalau Pidie dan Aceh bagian barat lebih suka konsumsi daging kerbau," tutur Fadhli.
Tradisi konsumsi lauk daging dua hari sebelum Lebaran Idulfitri atau Iduladha dan menjelang Ramadan yang dikenal dengan hari mameugang seperti tidak pernah hilang di masyarakar Aceh. Budaya sejak masa kesultanan Aceh sekitar abad XV masehi itu sengat identik dengan Islam dan rasa sosial antarsesama warga di Serambi Mekkah.
Baca juga: USU Terima 2.889 Mahasiswa Baru dari Jalur SMM
Sang anak dan anggota keluarga yang memiliki kemudahan harta, pada hari baik tersebut tidak lupa menyumbangkan rezekinya kepada sanak saudara kurang mampu. Begitu juga si miskin, tetap saja ada yang memperhatikan mereka pada hari mameugang untuk memenuhi kebutuhan daging mameugang tersebut. (OL-14)
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Minggu, menyampaikan bahwa harga jual daging sapi saat ini berada di angka Rp 135.000 per kilogram (kg) dan masih relatif stabil.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved