Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta nelayan yang akan melaut untuk waspasa. Pasalnya saat ini kondisi laut kurang bersahabat alias ekstrem.
Permintaan itu disampaikan Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa. Minggu (11/7). "Informasi yang kita terima dari BMKG, cuaca ekstrem, ini harus diwaspadai nelayan kita, agar tidak terjadi lakalaut," kata Mikron.
Cuaca ektstrem tersebut menurut Mikron, seperti angin kencang dan gelombang tinggi. "Untuk ketinggian gelombang merata di seluruh perairan kita. Hal ini dipicu adanya pertumbuhan angin comulonimbus," terangnya.
Selain di laut, angin kencang atau puting beliung juga terjadi di darat. Pasalnya hingga saat ini angin puting beliung sudah beberapa wilayah di Provinsi Babel.
"Bangka, Toboali Bangka Selatan sudah terjadi puting beliung, puluhan rumah rusak, makanya kita minta masyarakat untuk waspada," ucap dia. (RF/OL-10)
Puluhan kilogram sabu tak bertuan tersebut pertama ditemukan oleh nelayan asal Desa Petaling di perairan laut Kecamatan Selat Nasik pada 11 Maret lalu dengan berat 21 kilogram.
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Nelayan di Poncosari, Bantul mengapresiasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) gagasan Presiden Prabowo.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved