Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta nelayan yang akan melaut untuk waspasa. Pasalnya saat ini kondisi laut kurang bersahabat alias ekstrem.
Permintaan itu disampaikan Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa. Minggu (11/7). "Informasi yang kita terima dari BMKG, cuaca ekstrem, ini harus diwaspadai nelayan kita, agar tidak terjadi lakalaut," kata Mikron.
Cuaca ektstrem tersebut menurut Mikron, seperti angin kencang dan gelombang tinggi. "Untuk ketinggian gelombang merata di seluruh perairan kita. Hal ini dipicu adanya pertumbuhan angin comulonimbus," terangnya.
Selain di laut, angin kencang atau puting beliung juga terjadi di darat. Pasalnya hingga saat ini angin puting beliung sudah beberapa wilayah di Provinsi Babel.
"Bangka, Toboali Bangka Selatan sudah terjadi puting beliung, puluhan rumah rusak, makanya kita minta masyarakat untuk waspada," ucap dia. (RF/OL-10)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved