Minggu 23 Mei 2021, 12:56 WIB

GeNose C19 Mampu Mendeteksi Virus Korona Varian Baru

Agus Utantoro | Nusantara
GeNose C19 Mampu Mendeteksi Virus Korona Varian Baru

MI/VICKY GUSTIAWAN
Calon penumpang antre untuk menjalani tes deteksi covid-19 dengan GeNose C19 di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (19/5/2021)

 

ALAT deteksi covid-19 berbasis kecerdasan buatan GeNose C19 hasil ciptaan peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mampu mendeteksi keterpaparan seseorang terhadap virus korona varian baru serta varian sebelumnya yang lain.

Salah satu peneliti GeNose C19, Dian Kesumapramudya Nurputra mengungkapkan varian baru virus korona, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan virus korona yang sudah ada sehingga dapat terdeteksi. Terkait dengan varian India, Dian menjelaskan, meski sejauh ini belum
memiliki data yang lengkap terhadap virus korona varian India namun Dian memastikan varian tersebut akan tetap dapat dideteksi.

"Kami memang belum mendapatkan sampel dari pasien. Tetap kami yakin GeNose dapat mendeteksi," kata Dian, Minggu (23/5).

Ia menegaskan, virus korona varian India ini tidak jauh berbeda dengan varian lainnya.Namun demikian, oimbuh Dian, para peneliti juga terus
berusaha mencari informasi mengenai virus varian India tersebut sehingga bisa segera dimasukkan ke dalam data base pendukung operasional GeNose C19.

Pada kesempatan itu, Dian yang didampingi Prof Kuwat Triyana menambahkan saat ini pengguna GeNose C19 dapat segera melakukan
update atau pemutakhiran yang dapat dilakukan sendiri oleh users.

"Kami berharap agar users segera melakukan pemutakhiran. Mudah kok cukup tersambung dengan jaringan internet, bisa segera melakukan updating," tegasnya.

baca juga: Genose19

Dian menambahkan, untuk melakukan pemutakhiran itu, users cukup nge-klik help dan kemudian pmutakhiran. Dikatakan ada beberapa yang berubah salah satunya interface yang lebih friendly dibanding yang sebelumnya dan juga data base yang ada juga tambah besar.

Dian juga menambahkan GeNose C19 dalam waktu dekat akan menjalani uji validitas eksternal yang melibatkan Universitas Andalas, Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. GeNose C19 juga akan menjalani uji diagnostic post marketing. (N-1)

 

Baca Juga

Antara

Peternak Apresiasi Langkah Pemerintah Ganti Ternak yang terkena PMK

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 20:38 WIB
"Saya menyambut baik jika ada program pemerintah mengganti hewan ternak milik petani yang mati karena...
Antara

Pemkab Garut Siapkan Kompensasi Peternak yang Terdampak PMK

👤Kristiadi 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 19:59 WIB
Hingga saat ini, terdapat 3.425 ekor ternak bergejala PMK, yang tersebar di 21 kecamatan wilayah Garut. Pemkab terus melakukan pendataan...
Antara

Sleman Mulai Vaksinasi PMK untuk Sapi Perah 

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 19:46 WIB
Adapun vaksinasi PMK diprioritaskan untuk sapi perah. Pasalnya, masa hidup sapi perah lebih lama daripada sapi potong. Serta, menghasilkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya