Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPEKAN menjelang Idul Fitri 1442 H harga jahe merah dan harga jahe putih di beberapa pasar tradisional Kota Pematangsiantar anjlok. Anjloknya harga dua komoditas ini sudah terjadi dalam dua pekan terakhir.
Di pasar tradisional Pasar Horas dan Pasar Parluasan yang berada di jantung Kota Pematangsiantar, para pedagang menawarkan harga jahe merah dan jahe putih biasanya mencapai Rp30 ribu per kilogram. Namun kini mengalami penurunan drastis mencapai hingga setengahnya saja atau sekitar Rp15 ribu per kilogram.
Delima, salah seorang pedagang di Pasar Horas Kota Pematangsiantar mengatakan, sudah lebih kurang dua pekan harga jahe merah dan harga jahe putih mengalami penurunan. "Padahal dua pekan lalu kami masih bisa menjual nya dengan harga Rp28 ribu-Rp30 ribu per kilogram. Dari cerita para petani jahe langsung, mereka hanya mampu menjual Rp5 ribu-Rp8 ribu per kg ke toke (pengepul) besar dengan partai besar," ucap Delima, Kamis (6/5).
Selain itu, ia mengungkapkan faktor penyebab anjloknya harga jahe merah dan jahe putih di Kota Pematangsiantar karena stok jahe merah dan jahe putih menumpuk di pusat kota Siantar Simalungun sekitarnya. "Stok jahe merah dan jahe putih menumpuk sekarang di gudang dan pajak Horas karena tidak bisa keluar kota Siantar. Biasanya kebanyakan dijual dan dikirim ke Jakarta dan pulau Jawa sekitarnya," ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan Sitorus, seorang pedagang eceran lainnya di pusat pasar tradisional Pasar Horas Pematangsiantar. Sitorus mengatakan bahwa biasanya dia menjual jahe merah dan jahe putih sekitar Rp28 ribu per kilogram.
"Kalau kami jual jahe merah sekitar Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per kilogram. Kali ini pembelinya biasa saja padahal sepekan lagi lebaran. Menurunnya harga jahe merah dan jahe putih bisa jadi karena panen raya di sekitar Kota Siantar Simalungun," ucapnya. (AP/OL-10)
Kesehatan kini semakin menjadi prioritas dalam keseharian masyarakat modern.
Konsumsi jahe merah sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi penderita penyakit lambung atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
Jahe merah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk meningkatkan stamina, menghangatkan tubuh, dan membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan.
Sahur yang baik mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti masuk angin dan lemas akibat perut kosong terlalu lama.
Manfaat jahe merah saat puasa, antara lain menghangatkan tubuh dan mencegah masuk angin, meningkatkan imunitas dan stamina, dan melancarkan pencernaan.
Jahe merah mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta memperkuat daya tahan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved