Senin 12 April 2021, 10:22 WIB

Pemprov Bali Perkuat Keberadaan Desa Adat

Arnoldus Dhae | Nusantara
Pemprov Bali Perkuat Keberadaan Desa Adat

MI/Arnoldus Dhae
Gubernur Bali I Wayan Koster sedang menandatangani prasasti peresmian gedung Majelis Desa Adat di Bali, Minggu sore (11/4/2021).

 

GUBERNUR Bali, Wayan Koster bersama Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra meresmikan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Tabanan dan Gedung MDA Kabupaten Buleleng secara bersamaan, Minggu (11/4).

Upacara ditandai dengan penandatanganan prasasti untuk kedua gedung tersebut. Terwujudnya Gedung MDA Kabupaten Tabanan dan Gedung MDA Kabupaten Buleleng merupakan bukti komitmen nyata Wayan Koster untuk memperkuat adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali yang tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana
menuju Bali Era Baru.

Jaringan kuat yang dimilikinya dengan Pimpinan BUMN hingga Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama membuat Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini sukses mewujudkan Gedung MDA Kabupaten Tabanan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp3,4 milyar dan berdiri megah di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas  10 are. Gedung dua lantai ini berarsitektur Bali.

Sedangkan Gedung MDA Kabupaten Buleleng yang dibangun di atas lahan milik Pemprov Bali sekuas 5,5 are ini agah dengan dua lantai berarsitektur Bali berkat bantuan anggaran dana CSR PT PP (Persero) sebesar Rp3,2 milyar.

Tidak hanya bangunan berupa gedung yang diperjuangkan Wayan Koster untuk memperkuat adat istiadat Bali, namun semenjak dilantik menjadi Gubernur Bali pada 5 September 2018 di Istana Merdeka, Jakarta, Koster mulai menata keberadaan desa adat yang diawalinya dengan menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Kemudian lahir Pergub 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat Bali, hingga mencetak sejarah di Pemprov Bali yang ditandai dengan terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bernama Dinas Pemajuan Masyarakat Adat.

"Ketika saya melihat Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali atau yang dulu bernama Majelis Utama Desa Pekraman Provinsi Bali numpang di Dinas Kebudayaan dan berada dipojokan. Saat itu hati saya terketuk dan berdoa apabila menjadi Gubernur Bali, maka saya akan perkuat Desa Adat ini," cerita Koster. 

Padahal desa adat merupakan warisan yang diciptakan oleh Ida Bhatara Mpu Kuturan dan wajib dilestarikan keberadaannya.

Sehingga dengan berdirinya Gedung MDA Provinsi Bali yang dilanjutkan dengan Gedung MDA Kabupaten Jembrana, Tabanan dan Buleleng, Gubernur Koster meminta kepada Bendesa harus bekerja optimal melakukan fungsi pembinaan sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

"Saya juga minta kepada Bendesa Adat agar berkolaborasi dengan Perbekel dan Lurah khususnya di dalam menangani masalah sampah sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 381/03-P/HK/2021 serta Instruksi Gubernur Nomor 8324 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang
Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai hingga Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber," tegasnya.

baca juga: KemenParekraf Siapkan Langkah Strategis Pemulihan Desa Wisata

Sementara itu Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah serius memperkuat keberadaan Desa Adat dengan dibuktikannya berupa terwujudnya Gedung MDA Provinsi Bali hingga memproses pembangunan Gedung MDA di Kabupaten/Kota se-Bali.

"Mudah-mudahan gedung ini dijadikan tempat perjuangan meegakan kelestarian adat dan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu sesuai kearifan lokal Bali," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

Antar

Warga Tanjung Pinang Diimbau Batasi Silaturahmi Lebaran

👤Ant 🕔Kamis 13 Mei 2021, 22:45 WIB
Jika ingin ke rumah kerabat, kata dia, warga harus tetap mematuhi protokol...
ANTARA

Objek Wisata di Situbondo Tutup Selama Libur Lebaran

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 22:09 WIB
Tempat wisata yang mulai ditutup itu, antara lain Wisata Bahari Pasir Putih, Kampung Kerapu, Talempong, Grand Patek, dan Pantai...
Antara

Pelabuhan Bakauheni akan Terapkan Skrining Tambahan

👤Yanti Nainggolan 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:32 WIB
Mengingat, Pelabuhan Bakauheni di Lampung merupakan perbatasan wilayah Jawa dan Sumatera. Skrining ganda juga tindak lanjut surat Satgas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya