Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sultan Yogyakarta Minta Gudang KUD Dihidupkan lagi

AT/TB
05/4/2016 05:05
Sultan Yogyakarta Minta Gudang KUD Dihidupkan lagi
(ANTARA/Aryanto)

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar koperasi unit desa (KUD) kembali dimasukkan ke tata niaga beras.

Kepala Bulog Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sugit Tedjo Muljono mengatakan itu seusai bertemu Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (4/4).

Sugit menyampaikan, Sultan meminta agar gudang beras di koperasi unit desa (KUD) untuk dihidupkan kembali.

Pada era 1980-1990, KUD memiliki peran penting bahkan dimasukkan ke mata rantai tata niaga beras.

Hal itu mengingat KUD memiliki gudang, lantai jemur, hingga kios.

Selain itu, sambung dia, Sultan juga meminta agar beras petani tidak diserap semuanya, tetapi secara bertahap.

Dengan demikian, petani masih memiliki simpanan untuk kebutuhan meraka.

Ia mengatakan Bulog Divre DIY rata-rata menyerap 200-300 ton beras per hari.

Ia pun menargetkan pada puncak panen pada April, serapan bisa mencapai 15 ribu ton.

Meskipun demikian, dia mengakui hingga Maret serapan Bulog Divisi Regional DIY baru 2.031 ton.

Sugit menjamin stok beras di gudang Bulog masih cukup hingga Juli.

"Stok yang ada sampai saat ini 15.780 ton. Saat ini, kami terus melakukan penyerapan," kata dia.

Kepala Badan Pelayanan Publik Bulog Divre Sulawesi Tengah Abdul Gani optimistis target pengadaan beras pada 2016 sebanyak 42 ribu ton bisa tercapai.

Gani, saat ditemui di Kota Palu, Sulteng, mengaku berharap bisa menyerap sebanyak mungkin gabah dan beras pada musim panen pertengahan bulan ini.

"Panen pertama Maret lalu memang pengadaan kami masihi nihil karena kendala harga pembelian pemerintah (HPP) yang rendah. Bulan ini kami sudah sangat berharap bisa membeli sebanyak mungkin sehingga target setahun ini bisa tercapai," kata Gani.

Menurut dia, hingga kini, Bulog Sulteng masih terkendala dengan tingginya harga beras di tingkat petani dan penggilingan padi di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng.

Saat ini, harga beras di pasaran di Sulteng masih bertahan Rp8.000 per kg.

"Sementara itu, Bulog membeli sesuai standar harga pembelian pemerintah (HPP) sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300 per kg," ujar Gani.

Meski harga pasaran masih lebih tinggi ketimbang HPP, dia optimistis selama musim panen April hingga Juni mendatang, pihaknya bisa membeli beras petani.

"Pada panen April hingga Juni nanti, kami menargetkan pembelian beras petani mencapai 15.000 ton," ungkap Gani.

Meski tidak menyerap beras hasil panen pada Maret, dia tetap menjamin stok beras di gudang Bulog masih aman untuk beberapa bulan mendatang.

"Sekarang stok di gudang ada sekitar 9.000 ton. Jumlah sebanyak itu masih amanlah untuk kebutuhan tiga bulan mendatang," jelas Gani. (AT/TB/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya