Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bangka Belitung Setop Tambang Timah

Rendy Ferdiansyah
05/4/2016 04:55
Bangka Belitung Setop Tambang Timah
(ANTARA/Aprionis)

UNTUK mengatasi musibah banjir yang sudah dua kali terjadi selama satu tahun melanda Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, segala aktivitas penambangan dan perkebunan akan dihentikan.

"Hasil rapat koordinasi (rakor), ada beberapa kesimpulan penanganan untuk mengatasi banjir," kata Gubernur Provinsi Bangka Belitung Rustam Effendi saat menjelaskan hasil rakor bersama bupati dan wali kota di Pangkalpinang, kemarin.

Rustam menyebutkan rapat menyepakati untuk menghentikan segala bentuk aktivitas penambangan pasir timah dan perkebunan di Desa Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah.

"Banjir kiriman dari Bangka Tengah disebabkan maraknya aktivitas penambangan di Desa Mangkol Bangka Tengah, nah kami minta dihentikan," ujar Rustam.

Untuk menghentikan aktivitas penambang itu, jelas dia, akan melibatkan pihak kepolisian dan TNI.

Dia meyakini tindakan itu akan mengatasi banjir kiriman.

Selain itu, pemerintah menyepakati untuk membangun waduk seluas sekitar 6 hektare (ha) untuk menampung tingginya debit air.

"Nanti, air kiriman dari Mangkol akan tertampung di Waduk Pedindang sehingga banjir dapat teratasi. Anggaran pembuatan waduk dari APBN sebesar Rp25 miliar," terangnya.

Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan meminta pembuatan waduk terealisasikan pada 2016 sebab langkah pengerukan di sepanjang alur Sungai Rangkui Pangkalpinang akan percuma sepanjang waduk belum terbangun.

"Selama belum ada waduk, pendangkalan tetap terjadi akibat sedimentasi kiriman air dari Bangka Tengah," ucap dia.

Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah pun meminta pembangunan waduk segera terealisasi untuk mencegah banjir kiriman dari Bangka Tengah ke Pangkalpinang.

"Mubazir anggaran Rp75 miliar untuk mengeruk Sungai Rangkui kalau waduk belum dibangun. Intinya waduk pembangunannya harus segera diutamakan," kata dia.

Sepanjang 2016, banjir besar dialami daerah di Bangka Belitung, yakni pada Februari dan Maret.

Untuk percepatan pembangunan infrastruktur pascabanjir di Bangka Belitung, Rustam menambahkan, pemerintah setempat mengucurkan bantuan sebesar Rp170 miliar.

Rustam memaparkan bantuan dana akan didistribusikan ke Bangka Induk (Rp39 miliar), Bangka Tengah (Rp37 miliar), Bangka Barat (Rp30 miliar), Pangkalpinang (Rp10 miliar), Bangka Selatan (Rp15 miliar), Belitung (Rp10 miliar), dan Belitung Timur (Rp28 miliar).

Rustam berharap infrastruktur yang rusak akibat banjir besar dapat segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Erzaldi Rosman Djohan menambahkan 80% infrastruktur yang rusak di Bangka Tengah ialah milik milik provinsi dan pusat.

Adapun yang merupakan milik kabupaten sebanyak 20%.

Tertimpa pohon

Satu orang meninggal dunia setelah mobil yang ditumpangi tertimpa pohon di Dusun Kedawung, Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sementara tiga orang lain berada di mobil yang tengah melaju dari arah Kota Ciamis menuju Kota Banjar.

"Satu orang penumpang meninggal dunia di dalam kendaraan bernama, Heni, 35, warga Kota Banjar, sedangkan tiga orang lain kritis," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dicky Erwin Yuliadi.

Korban kritis akibat kejadian pada Minggu (3/4) ialah Wawan Setiawan, 47, Totong Sumantri, 58, dan Setiawati, 60.

Menurut Dicky, kendaraan yang mereka tumpangi tertimpa pohon mahoni yang tumbang akibat diterpa hujan deras disertai angin kencang. (AD/BB/LD/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya