Jumat 22 Januari 2021, 11:42 WIB

Gubernur Babel Pikirkan UMKM Lepas dari Cengkraman Ritel Raksasa

mediaindonesia.com | Nusantara
Gubernur Babel Pikirkan UMKM Lepas dari Cengkraman Ritel Raksasa

Ist
Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosma, bertemu dengan penggiat start-up.

 

RITEL-ritel raksasa yang mulai mengekspansi dari kota sampai ke kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di sana.

Masyarakat yang biasanya berbelanja di toko-toko kecil dan tradisional, yang saling menghidupkan, kini seperti 'tersihir' dan memilih berbelanja di ritel raksasa tersebut, akibatnya, para pelaku UMKM dan pedagang kecil mengeluh omset mereka turun drastis.

Kekhawatiran itu sampai ke telinga Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman. Maka, ia langsung mengundang penggiat start-up digital di Babel seperti Go Anter, Sandbox dan Komunitas Digital 'Creatorium' hari Kamis (21/01/21) di rumah dinas untuk bahu-membahu membantu pedagang kecil dan UMKM di sana.

"Sayangnya pemprov tidak memiliki wewenang terkait izin pembangunan (ritel-ritel), wewenang itu ada di kota-kabupaten, apakah mau membatasi atau tidak, merata atau tidak antara ritel dengan UMKM. Karena itu, saya menginisasi penggiat start-up datang ke sini dan berdiskusi bagaimana caranya membantu UMKM dan pedagang kecil kita," terang pria yang dua kali terpilih sebagai Bupati Bangka Tengah.

Satu hal yang akan dilakukan Pemprov Babel untuk membantu UMKM dan pedagang kecil tetap bertahan di antara cengkaram ritel raksasa, yaitu, "Kita akan membuat platform digital untuk memudahkan konsumen membeli barang di UMKM dan sektor usaha mikro lain," ujar pria yang akrab disapa ER ini.

Untuk merealisasikan platform UMKM berbasis digital ini, Pemerintah Provinsi Babel akan mendata dan mengklasifikasikan sektor UMKM, supaya mempermudah aplikasi digital memasukkan data di database digital.
 
Start-Up Dukung Langkah Gubernur

Sementara itu, Tomi, Founder Go Anter aplikasi digital jasa asli Babel, mendukung ide gubernur untuk mewujudkan digitalisasi di bidang UMKM.

 "Untuk mendukung sektor digital di Babel, kami harapkan agar adanya perbaikan infrastruktur digital seperti sinyal internet yang merata, bandwith yang lebih memadai, serta regulasi yang memudahkan startup lokal berkembang," harapnya.

Eko Syaiful Arifin, Founder dari Sandbox menjelaskan, syarat agar produk UMKM digital dapat diterima di masyarkat diantarnya, harus memiliki pemain konten lokal (influencer) untuk memasarkan produk, kemudahan regulasi, dan network access yang baik.

"Berdasarkan Data Digital Competitive Index tahun 2020, Babel tergolong dalam penggunana teknologi yang tinggi. Hal ini dapat menjadi salah satu barometer merubah mindset sektor UMKM untuk memasarkan produk secara digital," jelasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

dok.Humas Pemkab Kutim

Kepala Adat Minta Jangan Provokasi Dayak Modang Long Bentuq

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 19:40 WIB
KEPALA Adat Besar Kung Kemul Kaltim Kaltara, Indra Bengeh, meminta pihak lain untuk tidak memperkeruh persoalan di Desa Long Bentuq terkait...
MI/Palce Amalo.

Produksi Miras Skala Rumahan di NTT Tetap Berjalan

👤Palce Amalo 🕔Selasa 02 Maret 2021, 19:28 WIB
Pada 1 April 2019 Pemprov NTT menandatangani nota kesepahaman (MoU) produksi miras lokal bernama Sophia (sopi asli) bersama Universitas...
Medcom.id.

Ketua RW Saksikan Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Surabaya

👤Faishol Taselan 🕔Selasa 02 Maret 2021, 19:15 WIB
Dalam proses penggeledahan oleh petugas, hanya ada anak dan istri N bersama petugas RT, RW, dan petugas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya