Rabu 20 Januari 2021, 14:29 WIB

686 Korban Gempa Sulbar Mengungsi ke Sulsel, 4 Orang Dikarantina

 Lina Herlina | Nusantara
686 Korban Gempa Sulbar Mengungsi ke Sulsel, 4 Orang Dikarantina

Foto Pemprov Sulsel
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengunjungi UPT Inang Matutu yang menampung 84 pengungsi asal Sulawesi Barat.

 

SEBANYAK 686 korban gempa dari Sulawesi Barat, saat ini sudah berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka ditampung di tiga lokasi, yaitu Aula Dinas Sosial Sulsel, Asrama Haji Sudiang, dan UPT Inang Matutu.

Mereka semua tiba melalui Lanud Hasanuddin Makassar, sejak 19 Januari 2021. Dan ada sebagian yang dijemput anggota keluarga, sehingga tidak menempati lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tentang adanya pengungsi yang masuk Sulsel dari Sulbar itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Sulbar dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel untuk penyiapan lokasi penampungan di Asrama Haji Sudiang.

"Itu untuk yang tidak ada keluarga mau mengungsi ke sini kita siapin asrama haji, saya sudah komunikasi dengan Kanwil untuk itu," tegas Nurdin, Rabu (20/1).

Termasuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan. Mereka juga yang tiba dilakukan rapid antigen. "Jelas ini sudah mulai bergerak semua. Jadi kita siapin klinik, bagi yang serius kita rujuk ke rumah sakit," jelasnya.

Nurdin juga berkunjungan di UPT Inang Matutu. Yang ditampung di sana sebanyak 84 orang, terdiri dari balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang.

Rata-rata pengungsi masih trauma, sehingga dilakukan trauma healing oleh pekerja sosial dan tim psikososial. Selain itu juga anak-anak diberikan mainan edukatif selama di penampungan. Di lokasi juga sudah dibuka dapur umum.

Sedangkan di Asrama Haji Sudiang, sebanyak 28 orang, terdiri dari bayi 2 orang dan orang dewasa 26 orang. Juga terdapat 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang ditampung di Hotel Swissbell, yang merupakan lokasi karantina Covid-19.

Alasan dibawa ke Swissbell karena hasil rapid test antigen mereka positif, sehingga untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan atas saran Kadis Kesehatan Sulsel, M Ichsan Mustari, untuk diisolasi terlebih dahulu untuk dan tes PCR. (LN/OL-09)

 

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Belum Turun Signifikan

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 05 Maret 2021, 11:11 WIB
Kasus covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, hingga saat ini belum menunjukkan tren penurunan yang...
ANTARA/HO

Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati di Aceh Jaya

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 11:09 WIB
BKSDA Provinsi Aceh kemudian membentuk tim guna melakukan pengecekan langsung ke Kabupaten Aceh Jaya, untuk memastikan penyebab kematian...
Medcom.id

Pandemi Tak Reda Jadi Bahasan Rakor Kepala Daerah se Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:39 WIB
Kasus covid-19 di Kalimantan Selatan yang belum reda menjadi pokok bahasan rakor kepala daerah se Kalsel yang dipimpin oleh Pj Gubernur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya