Kamis 14 Januari 2021, 03:45 WIB

Kedelai Lebih Murah Mulai Memasuki Pasar

BB/YH/BK/DW/MY/RF/N-3 | Nusantara
Kedelai Lebih Murah Mulai Memasuki Pasar

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pekerja menunjukkan kedelai impor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (9/5).

 

GERAKAN stabilisasi pasokan dan harga kedelai oleh Kementerian Pertanian mulai dilaksanakan di daerah. Kemarin, kedelai impor untuk wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah masuk ke gudang Koperasi Produsen Tempe Tahu In­do­nesia sebanyak 5,7 ton.

“Kedelai pasokan dari Kementerian Pertanian dijual lewat operasi pasar dengan harga Rp8.500 per ki­logram. Harga itu lebih rendah daripada harga pasaran yang saat ini masih mencapai Rp9.200 per ki­logram,” ujar Ketua Kopti Cianjur, Hu­go Siswaya, kemarin.

Ia menilai langkah Kementerian Pertanian ini tergolong cepat guna mengatasi persoalan stok dan harga kedelai yang melesat tinggi di pasar. Kedelai diperoleh setelah Kementerian Pertanian mengumpulkan para importir kedelai dan mendistribusikannya kepada perajin tahu dan tempe. “Ada subsidi dari pemerintah sehingga harganya bisa lebih murah dari pasaran,” terang Hugo.

Di Cianjur terdapat 200-an perajin tahu dan tempe. “Hampir semua bisa melanjutkan produksi meski harus mengurangi ukuran dan menaikkan harga,” tegasnya.

Di sisi lain, untuk menghindari serangan hama, Kepala Dinas Tanam­an Pangan Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Nuzirwan, menggerakkan pe­tani untuk melakukan tanam pa­di serentak. “Petugas penyuluh pertanian bergerak memandu petani untuk melaksanakannya.”  

Luas lahan pertanian di daerah ini mencapai 30.344 hektare. Tahun ini penanaman dipastikan bisa dilakukan sebanyak dua kali.

“Pola tanam padi serentak banyak manfaatnya. Selain untuk mengurangi serangan hama juga dapat meringankan biaya produksi,” tambah Nuzirwan.

Di Sumatra Selatan, hasil panen akhir 2020 tergolong bagus. Beras dari petani pun deras mengalir masuk ke Gudang Bulog.

“Saat ini, ketersediaan pangan, khususnya beras di wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung, sangat aman dan cukup untuk enam bulan ke depan,” papar Pimpinan Bulog Sumsel-Babel, Ali Ahmad Najih Amsari.

Dengan stok besar itu, ia menjamin ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat di tengah pandemi.

Bulog Rejang Lebong, Bengkulu, ju­ga kebanjiran pasokan beras pe­tani. Sampai akhir 2020, 3.000 ton be­ras masuk gudang. “Target pembe­lian 2.300 ton,” kata Kepala Bulog M Ade Saputra. (BB/YH/BK/DW/MY/RF/N-3)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

Tukang Lauk Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:00 WIB
Konsumsi ikan di masyarakat Indonesia masih rendah. Tukang Lauk berusaha mempromosikan produk ikan...
MI/Bayu Anggoro

Insentif Bagi Perusahaan yang Lakukan Vaksinasi Mandiri

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:50 WIB
Perusahaan diminta membantu percepatan upaya memutus mata rantai penularan covid-19. Pemerintah bisa menyediakan insentif bagi...
Antara

3.348 Hektare Sawah di 6 Daerah Terendam Banjir

👤Lina Herlina 🕔Minggu 24 Januari 2021, 16:23 WIB
Sekitar 3.348 hektare lahan pertanian atau sawah di sana terendam banjir, akibat cuaca ekstrim keberadaan fenomena La...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya