Selasa 17 November 2020, 04:45 WIB

Keberpihakan Puskesmas Inklusif di Sawahlunto

(Yose Hendra/N-3) | Nusantara
Keberpihakan Puskesmas Inklusif di Sawahlunto

MI/YOSE HENDRA
PUSKESMAS INKLUSI: Wali Kota Sawahlunto Deri Asta (ketiga kiri) didampingi pejabat terkait meluncurkan Puskesmas Sungai Durian

 

PUSKESMAS Sungai Durian di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, bukan puskesmas biasa. Sejak setahun yang lalu, pelayanan bagi penyandang disabilitas, terutama tunanetra, dilaksanakan.

Tak mengherankan jika sarana dan prasarana di puskesmas ini sangat ramah bagi penyandang disabilitas, seperti pintu masuk yang sudah dilengkapi paving block untuk memudahkan warga tunanetra. Di tempat pelayanan, ada tenaga pelayanan yang bisa membaca dan menulis huruf braille. Semua ruangan dipasangi huruf braille. Papan informasi, surat administrasi, serta penulisan resep dokter dengan huruf braille juga tersedia.

"Kalau berobat, pasien dengan keterbatasan penglihatan dapat langsung ke lobi atau penerima tamu," jelas Kepala Puskesmas Sungai Durian Lusi Dewina akhir pekan lalu.

Sejak setahun lalu, Puskesmas Sungai Durian menjadi puskesmas inklusi pertama di Sumatra Barat. Tidak hanya fasilitas, tenaga kesehatannya juga sudah terlatih melayani mereka. "Pasien dengan keterbatasan berbicara juga bisa dipandu oleh petugas dengan bahasa isyarat," tambah Lusi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Yasril menyatakan posisi Puskesmas Sungai Durian sangat strategis karena berada di tengah kota. Warga penyandang disabilitas dengan mudah menjangkaunya.

"Sawahlunto memiliki enam puskesmas. Seluruhnya memiliki keunggulan. Di antaranya, Sungai Durian dengan layanan disabilitasnya, Talawi fokus pada warga lansia, Kolok dengan pelayanan obat tradisional, dan Kampung Teleng dibentuk sebagai puskesmas pariwisata," jelas Yasril.

Sawalunto juga sudah meluncurkan rumah gizi di 10 desa guna menurunkan angka stunting.

Dengan puskesmas plus karena memiliki tambahan pelayanan, Pemkot Sawahlunto berupaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Mereka tidak sendiri karena ada dukungan dari United Cities and Local Governments Asia Pacific yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia. "Eropa dan Indonesia berkomitmen mencapai SDGs, terutama menghidupkan kembali sektor-sektor yang terdampak pandemi covid-19," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia HE Vincent Piket. (Yose Hendra/N-3)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Pangkalpinang Dirikan Posko Siaga Banjir di Tiap Kecamatan

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:52 WIB
Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam mengatakan, posko siaga banjir ini didirikan untuk mengantisipasi musibah banjir akibat cuaca...
ANTARA

Pemkot Palembang Antisipasi Banjir di Puncak Musim Penghujan

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:47 WIB
Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menginstruksikan Dinas PUPR untuk mulai mengecek secara harian di mana saja titik atau lokasi...
ANTARA

Pinjamkan Genset ke Perta Arun, PLN Pulihkan Kelistrikan Sumut

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:42 WIB
Padamnya aliran listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah di Sumut, termasuk Kota Medan, disebabkan terhentinya suplai gas bumi dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya