Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi mengunjungi pengungsi Gunung Merapi di Balai Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu (11/11).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi pejabat utama Polda Jateng Kapolres AKB Edy Suranta Sitepu, Kasdim 0723 Klaten Mayor (Inf) Ustadi, dan Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar.
Setiba di Desa Balerante, Ahmad Lutfi langsung melakukan pengecekan ruang CCTV dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung di perbatasan antara Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta tersebut.
Baca juga: Warga Kelompok Rentan Dievakuasi dari Sekitar Merapi
Di ruang CCTV dan seismograf, Kapolda melakukan koordinasi dengan BPBD Klaten tentang tata kelola penanganan bencana erupsi, jalur evakuasi, serta sarana prasarana evakuasi dan penanganan di lokasi pengungsian.
Usai berkoordinasi dengan BPBD Klaten, Ahmad Lutfi mengunjungi pengungsi di Balai Desa Balerante. Jumlah pengungsi saat ini berjumlah 88 orang. Mereka adalah warga asal Dukuh Sambungrejo, Kembangan, dan Ngipiksari.
Pengungsi di tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante terdiri dari 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, tiga ibu hamil dan menyusui, dua warga sakit, tiga penyandang disabilitras, dan 33 orang dewasa.
Mereka mulai mengungsi pada Jumat (6/11) atau sehari setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).
Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Kapolda Jateng Ahmad Lutfi menyerahkan bantuan paket sembako kepada pengungsi di tempat pengungsian sementara Balai Desa Balerante.
Kapolda, kepada awak media, mengatakan kedatangannya di Desa Balerante dalam rangka Operasi Aman Nusa. Operasi ini fokus penanganan covid-19 dan berbagai kejadian kontijensi lainnya, seperti bencana erupsi Gunung Merapi.
"Aspek protokol kesehatan harus diutamakan. Jangan sampai dalam bencana erupsi timbul klaster baru. Karena itu, Kabid Dokkes kami perintahkan agar bersama dinas kesehatan mengawasi warga terdampak erupsi," ujarnya.
Selain itu, Kapolda Jateng menekankan, dalam penanganan pengungsi, agar melibatkan masyarakat lokal sebagai relawan. Hal ini dinilai penting karena masyarakat setempat sangat paham dengan kondisi lapangan.
Posko Pengungsi Desa Tegalmulyo, Selasa (10/11), melaporkan pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo berjumlah 35 orang terdiri dari balita, lansia, dan desawa. Mereka adalah warga asal Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan. (OL-1)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved