Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sayur-mayur terus merangkak naik di berbagai pasar tradisional di Indonesia.
Kenaikan tertinggi masih terjadi pada komoditas cabai merah yang disusul bawang merah.
Dalam sebulan terakhir, kenaikan cabai merah rata-rata nasional telah mencapai 36% dari Rp37.325 per kg pada 17 Februari 2016 menjadi Rp50.861 per 17 Maret 2016.
Sementara bawang merah naik 31% dari Rp29.976 menjadi Rp39.318 per kg.
Data dikutip dari laman ews.kemendag.go.id.
Abdulla, 51, pedagang Pasar Minggu, Kota Bengkulu, di Bengkulu, mengatakan harga komoditas cabai masih bertahan pada harga Rp70 ribu per kg dan diperkirakan masih terus naik.
"Harga cabai masih bertahan dan akan terus naik menjelang puasa," katanya, kemarin.
Tak hanya cabai dan bawang, sejumlah sayur juga ikut terkerek harganya hingga 100% di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
"Meski mahal, para pedagang mengaku permintaan sayur masih tinggi," ucap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, saat melakukan sidak ke Pasar Larangan seraya menambahkan apabila harga semakin melambung tinggi, ia berjanji akan segera melakukan operasi pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur Ardi Prasetyawan mengatakan cuaca di berbagai daerah sentra sayur-mayur sedang mengalami musim hujan dan ini yang menyebabkan produktivitas beberapa sayuran menurun.
Harga pun ikut terpengaruh.
Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Indonesia.
Data dengan produksi sebesar 238,82 ribu ton pada 2014.
Produksi cabai rawit di Jawa Timur cukup besar untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sebagai bahan baku industri dan untuk dijual ke Jakarta, Kalimantan, dan Indonesia Timur.
Menurunnya suplai juga diakui Wakil ketua Hipatas Pasar Cikurubuk di Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahmad Jahid.
"Setiap masuk pasar Induk biasanya cabai merah dan bawang merah lebih dari 100 ton dan sekarang ini hanya bisa mencapai 70 ton," ujarnya.
Informasi yang diterimanya, para petani dari tiap-tiap daerah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah berhenti menanam cabai dan bawang merah selama musim hujan.
"Banyak petani beralih ke sayuran lain karena takut gagal panen," imbuhnya.
Petani di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpaksa memanen cabai rawit yang layu setelah tanaman mati terserang penyakit.
Setelah berusaha memanen seadanya, mereka membongkar lahan untuk ditanami tanaman sayur lainnya.
Yayat, petani bawang merah dari Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bersyukur bisa meraup untung karena mahalnya harga bawang di pasaran.
Itu dianggapnya sebagai kompensasi dari upayanya menjaga bawangnya dari serangan hama.
Menyikapi meroketnya harga cabai dan bawang, konsumen terpaksa menyiasatinya, salah satunya mengurangi kuantitas barang yang dibeli.
Di samping itu, atas kesepakatan dengan penjual, warga di Majene, Sulawesi Barat, pun terpaksa membeli cabai merah bercampur dengan cabai hijau.
Sementara itu, rencana pasar lelang cabai merah yang diadakan Senin (21/3) nanti di Pasar Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, menuai pro dan kontra.
Anggota Pokja III membidangi informasi calon pedagang, Giotto Sormin, mengatakan pihak pengumpul mengaku kalau mata pencaharian mereka terputus akibat program pasar lelang cabai merah tersebut.
Setelah cabai dan bawang, di Kota Sukabumi, Jawa Barat, harga daging ayam broiler mulai naik dari harga Rp27 ribu menjadi Rp32 ribu per kg.
Namun, hal itu belum menimbulkan gejolak. (FL/AD/FH/BB/UL/HS/JH/BN/RF/MY/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved