Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

12 Polisi Positif Pakai Narkoba

MR/FH/BB/LD/AB/DY/RF/CS
18/3/2016 00:00
12 Polisi Positif Pakai Narkoba
(Ilustrasi--MI/Galih Pradipta)

BERSIH-BERSIH mendadak membuktikan tidak sedikit aparat keamanan dan aparatur sipil negara sudah terjerat narkoba.

Kemarin, di Polres Aceh Utara, misalnya, tes urine yang dilakukan menemukan 12 anggota Polri yang positif telah mengonsumsi narkoba.

"Dari 12 personel yang positif menggunakan narkoba, 10 di antaranya berpangkat brigadir dan 2 perwira. Mereka akan langsung disidik Propam dan akan diproses hukum," papar Kapolres Aceh Utara Ajun Komisaris Besar Achmadi.

Tes urine dilakukan secara mendadak dan rahasia.

Anggota Polres Aceh Utara yang berdinas, kemarin, dikumpulkan di ruangan dan tidak seorang pun diizinkan ke luar dari kantor.

"Ke depan, kami akan terus melakukan pemeriksaan urine secara rahasia," janji Achmadi.

Tes urine mendadak juga dilakukan di Kantor Samsat Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Hasilnya, seorang pegawai negeri sipil dipastikan positif menggunakan narkoba.

"Kami akan memberikan sanksi terhadap dia. Penanganan hukumnya sepenuhnya kami serahkan kepada Polres Polewali Mandar," kata Kepala Samsat Aliwardi.

Kapolres Polewali Mandar AKB Agoeng Adi Kurniawan mengaku sudah memeriksa 65 pegawai Samsat, baik dari PNS maupun anggota Polri.

"Tidak ada anggota Polri yang terbukti positif."

Di sejumlah daerah, tes urine juga digelar.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Badan Narkotika Nasional melaksanakan tes urine untuk personel Batalyon Armed 13 Cikembang.

"Dari sekitar 300 personel di Yon Armed 13 Cikembang, yang dites urine sebanyak 20 orang," kata Kepala BNN Kabupaten Sukabumi Deni Yusdanial.

Hasil tes urine tidak menemukan satu pun anggota TNI yang terindikasi mengonsumsi narkoba.

Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, giliran anggota Korem 071 Wijayakusuma yang menjalani tes urine.

Hasilnya tidak ada satu anggota TNI atau pegawai negeri sipil di satuan itu yang terbukti mengonsumsi narkoba.

"Ini upaya untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan anggota TNI," ungkap Komandan Korem 071 Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto.

Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan tengah mengkaji untuk melakukan tes urine bagi siswa baru di SMP dan SMA.

"Kami harus berupaya mencegah narkoba menyebar di kalangan pelajar," tegas Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Sobih Asrori.

Dari Kalimantan Selatan, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Mardani H Maming mendukung upaya BNN melakukan tes narkoba bagi seluruh kepala daerah.

"Penyebaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan." (MR/FH/BB/LD/AB/DY/RF/CS/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya