Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Lagi, Dua Terduga Teroris Anak Buah Santoso Tewas

Taufan SP Bastan
18/3/2016 03:03
Lagi, Dua Terduga Teroris Anak Buah Santoso Tewas
(ANTARA/Bayu)

PENGERAHAN hingga 2.400 anggota TNI dan Polri dalam Operasi Tinombala 2016 terbukti tidak sia-sia.

Nyaris setiap hari, tim berhasil mengurangi jumlah anak buah Santoso, dedengkot kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Kemarin, kembali nyawa dua anak buah Santoso tewas ditembus peluru aparat.

Mereka tewas setelah sempat melakukan perlawanan senjata di Desa Siliwanga, Kecamatan Loro Piore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 14.30 Wita.

"Mereka dipergoki tim yang tengah melakukan patroli. Mereka berada di tempat persembunyian di desa ini," papar Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadu, kemarin.

Dalam beberapa hari terakhir, Tim Operasi Tinombala 2016 mengepung Kecamatan Lore Tengah, Lore Utara, Lore Barat, Lore Selatan, dan Kecamatan Lore Piore.

Kedua terduga teroris itu diduga hendak berusaha keluar dari kepungan petugas.

Tadi malam, jenazah keduanya sudah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palu untuk proses identifikasi.

Sejumlah barang bukti sudah diamankan di Kantor Polda Sulawesi Tengah.

"Identitas kedua pelaku masih belum diketahui," tambah Kapolda.

Sebelumnya, pada Selasa (15/3), kontak senjata juga terjadi antara tim operasi dan anak buah Santoso di Desa Talabosa, Lore Piore.

Dua tersangka, yakni Farok alias Magalasi Bahtusan dan Abdul alias Nuretin, keduanya warga asal suku Uighur, Provinsi Xinjiang, Tiongkok, tewas diterjang peluru petugas.

Terjepit di Lore

Kemarin, Polsek Lore Selatan juga mengevakuasi satu jenazah yang ditemukan di Sungai Lariang, sekitar 7 kilometer dari Desa Lelio Kecamatan Lore Barat, yang diduga anak buah Santoso.

Jenazahnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Palu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto mengungkapkan perburuan kelompok Santoso saat ini difokuskan di pegunungan Napu, di wilayah Lore Bersaudara.

"Tapi kami juga mengintensifkan razia di jalan-jalan yang menjadi pintu masuk dan keluar Poso. Kami akan terus mempersempit ruang gerak simpatisan maupun jaringan mereka," katanya.

Hari menyebutkan kelompok yang sudah memproklamasikan diri menjadi bagian dari Islamic State itu sudah semakin terjepit.

Seluruh titik pelarian di Lore Bersaudara itu telah dikepung.

"Perkiraan kami mereka sudah tidak berkelompok lagi. Kalau belajar dari kontak senjata sebelumnya dan pernyataan satu anggota MIT bernama Zaelani yang kami tangkap hidup, mereka sudah tidak berkelompok dan terpencar di seputaran Kecamatan Lore Bersaudara," paparnya.

Hari mengakui jumlah anak buah Santoso ini tidak sedikit.

Mereka juga memegang peralatan perang yang cukup canggih dan mengenal kondisi lingkungan dengan sangat baik.

"Dari informasi Zaelani mereka sekarang berjumlah 25 hingga 30 orang. Dari jumlah itu hampir semua memegang senjata api organik, lengkap dengan amunisi aktif dan bahan peledak," tandasnya.

Di Palu, jenazah Dodo alias Fonda Amar Solihin, anak buah Santoso, masih berada di kamar jenazah RSU Undata dan belum diserahkan kepada keluarganya.

Jenazah Dodo sudah berada di rumah sakit itu sejak 28 Februari. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya