Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DAHULU, rokok tak bisa dipisahkan dari aktivitasnya. Sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Sukabumi, Hanafie Zain, yang saat ini menjabat Sekda Kota Sukabumi, Jawa Barat, memang dikenal sebagai perokok berat. Ia sudah menjadi perokok sejak SMP. Hampir separuh dari usianya dihabiskan untuk merokok. Namun, kini hampir satu tahun pascadeklarasi pencanangan gerakan antimerokok yang digagas dinas kesehatan setempat, Hanafie betul-betul total berhenti merokok.
"Walaupun sedikit mendapatkan 'paksaan', akhirnya saya menandatangani gerakan berhenti merokok beberapa waktu lalu. Mulai dari saat itulah saya berkomitmen untuk betul-betul meninggalkan rokok," kata Hanafie kepada Media Indonesia.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan yang dirasakan Hanafie saat berkomitmen untuk berhenti merokok. Namun, dengan adanya beban moral, Hanafie sedikit demi sedikit mulai mengurangi konsumsi rokok hingga akhirnya betul-betul terbebas dari rokok.
"Ketika saya sudah membuat komitmen untuk berhenti merokok, artinya saya harus mengubah perilaku. Pelan-pelan saya kurangi dulu konsumsi rokoknya. Lambat-laun akhirnya bisa berhenti juga. Intinya, jika kita mau, semua pasti bisa dilakukan. Tinggal kembali lagi kepada keinginan kita, mau atau tidak berhenti merokok," tegasnya.
Ada perbedaan stamina tubuh yang dirasakan Hanafie ketika masih menjadi perokok berat dan saat sudah berhenti merokok. Saat menjadi perokok aktif, Hanafie selalu kurang nafsu makan dan mengalami gangguan tenggorok. "Sebentar-sebentar tenggorok saya kena radang. Mungkin efek dari asap rokok yang mengandung berbagai zat berbahaya. Tapi sekarang setelah berhenti merokok, nafsu makan saya kembali bertambah, tidur bisa lebih nyaman, dan tidak mengeluhkan rasa sakit di tenggorok," akunya.
Hanafie ingin berperilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, dia mengimbau masyarakat yang saat ini masih merokok untuk sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan tersebut. "Siapa pun ahlinya pasti akan mengatakan merokok itu merupakan kebiasaan hidup yang tidak sehat. Jika Anda ingin hidup sehat, dari sekarang harus berkomitmen untuk mengurangi konsumsi rokok atau bahkan berhenti merokok. Kasihan orang yang ada di sekeliling kita, terutama keluarga. "Menurutnya, keluarga menjadi korban paparan asap rokok dan menjadi perokok pasif. Biaya kesehatan pun semakin bertambah karena ada keluarga yang sering sakit-sakitan gara-gara terpapar oleh asap rokok. "Mereka berhak menghirup udara segar dan sehat," ujarnya.(Benny Bastiandy/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved