Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADAAN tanah Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan ( Cisumdawu) yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melakukan penyelesaian, bukan hanya pembangunannya tapi sengketa lahan.
Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Triono Junoasmono mengatakan terus memantau progres dan menyelesaikan permasalahan sengketa dengan cara konsinyasi.
"Saat ini masih dalam progres (sengketa lahan). Sengketa di pasar Cileunyi segera akan dilakukan konsinyasi," kata Triono ketika dihubungi Rabu (19/80.
Konsinyasi merupakan suatu bentuk kerjasama dalam penjualan produk yang dilakukan oleh pemilik barang dengan penyalur, pedagang, atau pemilik toko atau yang lebih dikenal dengan jual titip.
Baca juga : Polda Jatim Berikan Alat Protokol Kesehatan ke Jurnalis
Triono mengatakan, nantinya pembayaran akan dilakukan penitipan dpengadilan. "Perkiraaan akan dilakukan penitipan pembayaran dipengadilan sekitar awal september.
Sebelumnya diketahui, terdapat pemilik tanah di pasar Cileunyi tersebut yang menolak pembebasan lahan karena tak cocok soal harga. Akibatnya pemilik lahan ini pun mengguguat ke pangadilan.
Ditanyai mengenai besaran pembayaran yang dititipkan ke pengadilan, Triono belum menjelaskan secara detail.
Namun diketahui pemilik lahan telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Bale Bandung. dan sesuai sertifikat HGB, terdapat dua kavling tanah yakni kavling 37 seluas 311.166 meter persegi dan kavling 38 seluas 10.834 meter persegi.
Dua kavling ini dihargai senilai Rp 17 miliar oleh pemerintah. Padahal, jika sesuai putusan dan perhitungan sesuai harga tanah per meter, total ganti rugi tanah mencapai Rp 59 miliar. (OL-2)
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah jangan hanya terpaku pada jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Perbaikan jalan arteri yang layak dapat menjadi alternatif.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono memprediksi ada 1,6 juta kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek melalui Jalan Tol Jasa Marga di libur Imlek 2026.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved