Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGIO, 45, Surasmo, 30, Susilah, 47, Hasnah, 66, Muryati, 65, dan Almiyati, 46, harus melupakan kebun mereka. Pasalnya, akhir pekan lalu, mereka ditangkap polisi.
"Keenam tersangka ditangkap karena membakar kebun untuk ditanami. Dua pria dan empat perempuan itu semuanya adalah petani dari Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatra Selatan Komisaris Besar Anton Setyawan.
Polisi memastikan mereka akan dijerat dengan UU Kehutanan. Ancaman hukuman mereka 5-12 tahun penjara. Denda yang harus mereka bayar bisa mencapai Rp10 miliar. Kemarin, saat dikonfirmasikan tentang ancaman hukuman dan denda itu, Bagio hanya bisa melongo.
Petani di Banyuasin itu mengaku membakar lahan untuk ditanami jagung. "Saya hanya tahu lahan harus digarap dan ditanami jagung. Hasilnya dijual untuk kebutuhan keluarga. Tidak ada maksud lain," ujarnya. Surasmo, tersangka asal Ogan Komering Ilir, juga mengaku membuka lahan untuk ditanami buah-buahan. "Saya hanya membersihkan rumput di kebun. Rumput saya kumpulkan dan dibakar. Saya akan tanami jeruk dan semangka."
Di Majalengka, Jawa Barat, Kapolres Ajun Komisaris Besar Bismo Prakoso memastikan masalah yang akan menghadangnya dalam beberapa hari ke depan ialah kebakaran hutan. Karena itu, ia menggencarkan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan.
Salah satunya dilakukan di objek wisata pendakian Berod, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura. Tahun lalu, kawasan itu dilanda kebakaran hebat.
Ada dua kecamatan lain yang juga kerap dikepung api, yakni Rajagaluh dan Sindangwangi. "Kami sudah melakukan sosialisasi di Bumi Perkemahan Cidewata, Desa Payung, Rajagaluh. Di setiap sosialisasi, kami selalu meminta warga yang tinggal di sekitar hutan untuk menjaga dengan cara tidak membakar hutan," lanjut Bismo.
Mikron Antariksa juga sudah bersiap di Bangka Belitung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah itu menyatakan Satgas Kebakaran Hutan dan lahan sudah siap bergerak.
"Tidak hanya melakukan sosialisasi dan pemadaman, tapi juga menindak pelaku yang berani membakar lahan dan hutan," lanjutnya.
Saat ini, menurut dia, potensi kebakaran hutan dan lahan masih rendah karena masih ada hujan. Namun, pihaknya tidak boleh lengah karena musim kemarau sudah semakin dekat. Di Bangka Belitung, wilayah rawan kebakaran ialah hutan di Bangka Barat dan lintas timur Kabupaten Bangka. (DW/UL/RF/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved