Selasa 30 Juni 2020, 15:05 WIB

Memaksimalkan Daging Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Bayu Anggoro | Nusantara
Memaksimalkan Daging Kurban di Masa Pandemi Covid-19

MI/Fransisco Carollio
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban.

 

MEMBUAT awet daging menjadi sangat penting saat ini ketika ekonomi tengah sulit. Sebab, hal tersebut diyakini menjadi salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman krisis.

Hal itulah yang coba dilakukan Rumah Zakat melalui program Superqurban jelang perayaan hari raya Idul Adha. Menurut CEO Rumah Zakat Nur Efendi, pandemi covid-19 sudah memperburuk kondisi perekonomian masyarakat.

Baca juga: Kementan Keluarkan SE tentang Pelaksanaan Kurban Saat Pandemi

"Organisasi pangan PBB (FAO) menilai bahwa pandemi covid-19 ini bisa mengakibatkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan nutrisi," katanya di Bandung, Selasa (30/6).

Sebagai bukti, menurutnya pandemi yang terjadi saat ini telah menutup akses ekonomi dan pangan banyak manusia.  "Banyak yang sebelumnya bekerja, kini menganggur."

Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan terburuk, terutama menyangkut pangan. "Solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi melalui program Superqurban," ujarnya.

Dengan program tersebut, menurutnya daging hasil pelaksanaan ibadah kurban bisa bertahan hingga tiga tahun karena telah dimodifikasi. "Dengan Superqurban, jutaan ton daging kurban yang biasanya habis dalam tiga hari, sekarang dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan untuk mewujudkan ketahanan pangan," ujarnya.

Dia melanjutkan, programnya itu merupakan optimalisasi kurban dengan mengolah dan mengemas daging menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang. "Kalau sudah seperti itu, tahan hingga tiga tahun."

Dia juga memastikan program itu dijalankan sesuai syariah. "Juga dengan memerhatikan protokol kesehatan yang mengacu pada surat edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Komisaris kesehatan hewan Kementerian Pertanian tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah covid-19," ucapnya.

Dia menambahkan, selama 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 394.208 paket Superqurban. Sedangkan sejak Januari hingga Mei lalu terdapat 146.518 paket Superqurban yang telah disalurkan di berbagai wilayah mulai dari Aceh hingga Papua. "Superqurban menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak covid-19 terutama mereka yang pendapatannya berkurang selama pandemi," tambahnya. (BY/A-1)

 

Baca Juga

DOK MI

Pemkab OKU Minta BUMDes Fokus Kembangkan Desa Wisata

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 30 September 2022, 18:11 WIB
Pemerintah Kabupaten OKU mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Kecamatan Ulu Ogan untuk mengembangkan potensi wisata...
DOK MI

Dinkes Kabupaten Garut Kehabisan Vaksin Covid-19

👤Kristiadi 🕔Jumat 30 September 2022, 18:05 WIB
DINAS Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat belum maksimal melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat karena stok vaksin...
MI/Haryanto

Ganjar Instruksikan Kepala Daerah se-Jateng Pakai Aspal Buton, Komitmen P3DN

👤Haryanto 🕔Jumat 30 September 2022, 18:01 WIB
GUBERNUR Jateng Ganjar Pranowo melalui Sekda Jateng Sumarno menginstruksikan seluruh kepala daerah se-Jateng menggunakan aspal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya