Rabu 24 Juni 2020, 18:38 WIB

Sumsel Posisi Kelima Lumbung Padi, Gubernur Kurang Puas

Dwi Apriani | Nusantara
Sumsel Posisi Kelima Lumbung Padi, Gubernur Kurang Puas

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Petani menanam padi menjelang musim kemarau. Kementan menyebutkan Sumatra Selatan di posisi kelima lumbung beras nasional.

 

SEBAGAI daerah lumbung padi, ternyata Sumatra Selatan hanya masuk peringkat nomor lima di Indonesia. Dengan capaian itu membuat Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengaku tidak puas. Herman Deru ingin terus mendongkrak pertanian di Sumsel agar menjadi lumbung pangan nasional dengan peringkat di atas nomor tiga.

Menurut catatan Kementerian Pertanian RI, dari 10 provinsi penghasil beras di Indonesia, saat ini Sumsel menduduki posisi kelima Provinsi terbesar penghasil beras terbesar bersaing dengan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Provinsi Sumsel dengan luas panen 539.316 ha mampu menghasilkan padi sebanyak 2.603.396 ton GKG atau setara dengan 1.493.568 ton beras. Herman Deru mengatakan, tercatatnya Sumsel sebagai provinsi kelima penghasil beras terbesar merupakan kabar gembira bagi masyarakat khususnya para petani. Sebab di situasi pendemi covid-19, ternyata para petani masih tetap produktif sehingga provinsi ini mendapat penghargaan lima besar daerah penghasil beras.

"Ini tentu kabar gembira. Kerja kita membuahkan hasil dan target kita tercapai. Itu artinya Sumsel tidak ada masalah dengan ketersediaan pangan dan kita tidak perlu dibantu beras ekspor. Bahkan justru kita yang bisa memasok beras ke daerah lain. Untuk di Sumatra sendiri Sumsel merupakan penghasil beras terbesar," tuturnya, Rabu (24/6).

Herman Deru menargetkan di tahun berikutnya, Sumsel bisa masuk tiga besar provinsi penghasil beras di Indonesia.

"Saya juga apresiasi para petani yang terus berupaya dalam mendorong keberlangsungan pangan di Sumsel khususnya kabupaten pengahasil pertanian. Kedepan teruslah produktif sehingga kita bisa masuk tiga besar. Kita juga terus memanfaatkan rawa yang tidak produktif menjadi produktif sehingga tetap terjaga dan tidak rawan karhutla. Namun, itu juga perlu sinergitas semua pihak," bebernya.

Tidak hanya memperluas lahan pertanian, Pemprov Sumsel juga berupaya menjamin ketersediaan pasokan pupuk bagi para petani.

"Pupuk ini juga harus jelas antara subsidi dan non subsidi. Saya sendiri selalu mengingatkan agar perusahaan perkebunan besar tidak memakai pupuk subsidi yang menjadi hak para petani," terangnya.

baca juga: Antisipasi Kemarau, Petani Harus Bisa Atur Kebutuhan Air

Sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Suwandi mengungkapkan data produksi beras 2019 dapat diperoleh dari data yang dirilis BPS. Metode perhitungan yang digunakan BPS adalah Kerangka Sampling Area (KSA), perolehan angkat produksi berasnya dengan menggunakan konversi 57,3 persen dari produksi padi. Kementerian Pertanian sendiri melaporkan produksi beras secara nasional hingga akhir 2020 mendatang diperkirakan masih surplus. (OL-3)

Baca Juga

dok.ist

DPRD Keerom: Pembiaran Kasus Korupsi di Papua Pengaruhi Proses Pembinaan Politik

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 13:20 WIB
KETUA Komisi C DPRD Keerom Bonefasius A. Muenda mengatakan, keresahan masyarakat yang terjadi hari ini erat kaitannya dengan keresahan...
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Tidar Warung, Kampung Religi di Magelang

👤Tosiani 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 11:12 WIB
Warga setempat dinilai mewujudkan kampung yang menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi antarumat...
dok.Polsek Sukaratu

Banjir Bandang Terjang Empat Desa di Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 09:25 WIB
HUJAN deras yang terjadi sejak siang menyebabkan Sungai Ciloseh meluap dan mengakibatkan jebolnya tanggul aliran Sungai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya