Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Anggaran Covid-19 Kesehatan Sumsel Cukup Sampai Juni

Dwi Apriani
10/6/2020 17:45
Anggaran Covid-19 Kesehatan Sumsel Cukup Sampai Juni
Korona(Ilustrasi)

ANGGARAN penanganan pandemi covid-19 khusus kesehatan di Sumatra Selatan (Sumsel) sebesar Rp84,7 miliar diperkirakan hanya cukup sampai dengan bulan ini saja.

"Anggaran Covid-19 khusus untuk kesehatan sebesar Rp84,7 miliar. Namun anggaran ini tidak  mencukupi dan hanya cukup sampai Juni," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, bahwa anggaran Rp84,7 miliar ini realisasi nya ada dua yaitu secara fisik dan secara keuangan. Kalau realisasi fisik sudah lebih dari 90 persen tercapai. Namun realisasi keuangan memang masih rata-rata dalam proses administrasi pembayaran.

"Jadi seluruh anggaran ini sudah kita manfaatkan karena barang sudah dimanfaatkan dan didistribusikan. Anggaran nya digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19 yang utamanya untuk tracking, untuk memperkuat laboratorium dan treatment," ungkapnya.

Baca juga :Biaya Tes PCR Covid di Bengkulu hanya Rp2,5 juta

Menurutnya, kalau untuk tracking ini termasuk APD karena dalam hal tracing juga menggunakan APD. Sedangkan untuk penguatan laboratorium digunakan untuk membantu perawatan dan lain-lain termasuk yang diberikan ke BBLK untuk peningkatan kapasitas kemampuan pemeriksana tes agar lebih cepat.

Lalu juga mempersiapkan laboratorium di RS Siti Fatimah, termasuk pembangunan ruangan BLT yang dipersiapkan agar bisa melakukan pemeriksaan PCR dan juga mengadakan peralatannya.

"Untuk APD tentu menempati posisi yang cukup besar karena APD ini banyak juga yang digunakan untuk karantina. Lalu untuk treatment,  provinsi menyiapkan tempat karantina yaitu di Rumah Sehat Wisama Atlet. Di sana ada ODP Center dan PDP Center untuk yang ringan serta pusat screening," bebernya.

Menurut Lesty, tentu itu juga memerlukan biaya yang tidak kecil. Sebab meliputi kebutuhan sarana prasarana sampai melakukan penyekatan ruangan, akomodasi, konsumsi, biaya tenaga kesehatan, insentif dan lain-lain termasuk obat-obatan.

"Untuk itu anggaran yang ada tentu tidak cukup, karena peruntungan kita hanya untuk sampai Juni dan sekarang kita akan mengajukan anggaran kembali," katanya.

Lesty mengatakan, bahwa Rp84,7 Miliar ini anggaran tahap pertama dan memang dalam mengadakan barang alkes dan lain-lain itu secara bertahap. Sebab tidak bisa juga memprediksi secara persis kondisi ini tanpa melihat data yang real.

"Namun untuk Kabupaten/Kota juga ada anggaran sendiri. Tapi pada prinsipnya untuk Kabupaten/Kota apabila ada kekurangan maka akan mengajukan ke provinsi dan tentunya kita akan membantu, termasuk juga obat-obatan," tandasnya. (OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya