Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten/Pemkab Brebes telah menyiapkan anggaran penanganan banjir rob sebesar Rp500 milyar. Dana tersebut disiapkan untuk membuat tanggul penahan rob di dan peninggian badan jalan di lima kecamatan yakni Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.
"Kami akan lakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi semaksimal mungkin demi kenyamanan dan keamananwarga di wilayah pesisir pantura Brebes," ujar Bupati Brebes, Idza Priyanti melalui rilis resmi yang diterima Minggu (7/6).
Idza menuturkan untuk di Kecamata Losari misalnya, akan dilakukan peninggian badan jalan dan pembangunan tanggul penahan rob. Peninggian jalan ada pada anggran Pemkab Brebes. Sedangkan pembangunan tanggul akan dibangun pada program nasional.
Bupati meyebut hal itu sesuai Perda Nomor 13 mengenai Kawasan Industri Brebes (KIB) dan dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) yang tertulis pada Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019, yang intinya kawasan prioritas pembangunan nasional akan dilaksanakan.
Baca juga :Tanggulangi Banjir, Pemkot Palembang Minta Perbaikan Drainase
"Telah disiapkan anggaran sebesar Rp500 miliar guna pembangunan penahan rob di lima kecamatan yaitu Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes," terang Idza.
Banjir rob beberapa hari terakhir melanda kawasan pantai utara Laut Jawa di Kabupaten Brebes, mulai dari Kecamatan Losari ke arah timur garis pantai hingga Kecamatan Brebes.
Akibat banjir rob tersebut, selain menghanyutkan budi daya ikan dan udang di areal pertamabakan, ribuan rumah waerga juga terendam.
‘’Memang bajir rob datang setiap tahun. Tapi kali ini yang terbesar," ujar Herfaruk, warga Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Minggu (7/6).
Menurut Herfaruk banjir rob sudah mulai surut dan warga yang semula mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Sudah, warga yang tadinya mengungsi sudah pada pulang," ucap Herfaruk. (OL-2)
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved