Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT berupaya menjaga stabilitas harga di daerah dengan menggelar operasi pasar yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Biasanya operasi pasar digelar dengan sistem mobile, juga di titik keramaian untuk menarik antusias warga agar membeil dengan harga murah. Namun kali ini pola operasi pasar berubah. Demi mencegah kerumunan warga, pola mobile atau operasi di tikik keramaian tidak lagi dilakukan. Cara yang diterapkan adalah setiap kepala desa datang langsung ke bulog untuk melakukan permintaan. Atau bulog mendistribusikan langsung ke desa-desa atau kelurahan masing-masing sesuai permintaan.
Kasubdivre Perum Bulog Larantuka, Piter De Haan saat dikonfirmasi Selasa (2/6), mengakui pola operasi pasar ini diubah dan menyesuaika kondisi pandemi covid 19 saat ini.
"Iya, operasi pasar tetap kita lakukan namun dengan pola yang sedikit berbeda, menyesuaikan dengan kondisi covid saat ini. Tentunya operasi pasar ini harus tetap sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19, menghindari kerumunan dan selalu menjaga jarak. Pola yang biasanya kami lakukan melalui sistem mobile keliling kota, atau kumpul di titik-titik keramaian tidak lagi kami lakukan. Namun pola kami ubah. Untuk menghidari kerumunan, kami menyediakan langsung di gudang bulog," kata Piter.
Setiap kepala desa datang langsung ke kantor bulog, untuk melakukan permintaan sesuai data dari desa masing-masing. Yang datang juga tidak bersamaan, agar tidak ada kerumunan. Selain datang langsung ke kantor bulog, kami juga mendistribusikan langsung ke desa ataupun ke kelurahan sesuai perminntaan. Sehingga operasi pasar tetap kami lakukan namun dengan pola yang berbeda sesuai protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19.
"Walaupun dengan pola yang berbeda namun tetap pada tujuan utama menjaga stabilitas harga dan tetap bisa melayani warga walaupun di tengfah pandemic covid-19 ini," kata tambahnya.
baca juga: WFH tak Diperpanjang, ASN Pemkab Cianjur Mulai Masuk Kerja
Ia menambahkan ketersediaan sembako saat ini masih mampu mencukupi hingga dua buan ke depan. Harga yang dijual pun dengan harga standar.
"Iya stok kita masih aman hingga 2 bulan ke depan. Saat ini di gudang bulog masih ada 980 ton beras. Dalam waktu dekat juga akan didatangkan tambahan beras 500 ton. Selain beras, pasokan gula pasir juga sudah tiba. Ada 25 ton gula pasir yang sudah kami terima. Sementara harga yang dijual dalam operasi pasar masih dengan harga murah sesuai standarisasi harga, seperti beras kami jual Rp9.000 per kilogram. gula pasir Rp12.500 per kilogram, Terigu dijual Rp9000 per kilogram, dan minyak goreng dijual Rp13.000 per liter," pungkas Piter. (OL-3)
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved