Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN susu kemasan PT Ultrajaya memberi jawaban terkait dengan temuan yang diduga benda mirip kaki katak pada sebuah minuman susu kemasan yang mengakibatkan seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Presiden Direktur PT Ultrajaya Milk Industri Sabana Prawirawidjaja mengungkapkan hasil inspeksi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Bandung menyatakan tidak ada penyimpangan baik saat proses bahan baku, bahan kemas, peralatan, proses pengolahan, pengemasan, maupun pengawasan mutu. “Mustahil ada benda asing yang lolos ke dalam kemasan dan produk Ultramilk karena produksinya melalui proses mesin yang tertutup,” jelas Sabana di Padalarang, Bandung Barat, Senin (1/3).
Dijelaskan, pihak pabrik sudah menggunakan teknologi ultra high temperatur (UHT) untuk membunuh bakteri. Pihak Badan POM pun sudah mengecek produk susu kemasan dengan batch produksi yang sama dan tidak ditemukan keanehan dalam kemasan kode batch yang sama. Benda aneh yang dianggap mirip dengan kaki katak di dalam kemasan susu Ultra menurutnya jadi kasus pertama di dunia yang dialami produsen susu.
Plant Manager PT Ultrajaya Azwar M Muhthasawwar menambahkan hasil uji mikroskopis terhadap potongan padatan yang diterima dari konsumen baik dari segi tekstur, aroma, maupun struktur sel menunjukkan padatan tersebut berupa gumpalan susu cokelat yang rusak. Hal itu bisa terjadi saat kemasan sudah dibuka dan disimpan lama dalam ruang terbuka atau kebocoran sangat kecil akibat penanganan atau penyimpanan yang kurang tepat. Sebelumnya, Rini Tresna Sari mengadukan PT Ultrajaya ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung pada 22 Februari lalu karena anaknya keracunan sehabis minum susu Ultra 200 ml yang tanggal kedaluwarsanya berakhir 23 Agustus 2016.(DG/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved