Minggu 03 Mei 2020, 12:29 WIB

Terdampak Korona, Penghuni Kebun Binatang Lembang Berpuasa

Depi Gunawan | Nusantara
Terdampak Korona, Penghuni Kebun Binatang Lembang Berpuasa

MI/Depi Gunawan
Pekerja memberikan pakan untuk hewan burung unta di Lembang Park & Zoo di Kabupaten Bandung Barat, Minggu (3/5).

 

Sejak keluarnya instruksi menjaga jarak sosial serta anjuran beraktivitas di rumah akibat pandemi Covid-19, sektor pariwisata di daerah menjadi lesu. Tidak adanya pemasukan dari karcis pengunjung menyebabkan operasional jadi membengkak.

Salah satunya dialami Lembang Park & Zoo di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dalam sebulan, pengelola kebun binatang tetap harus mengeluarkan biaya hingga Rp70 juta untuk perawatan dan membeli pakan bagi sekitar 450 satwa di objek wisata ini.

"Hampir selama 1,5 bulan ditutup, praktis kami tidak dapat pemasukan sama sekali, sementara biaya operasional tetap harus dikeluarkan.
Hitung-hitungan kami, kondisi ini hanya bisa bertahan untuk dua bulan ke depan," kata Manager Operasional Lembang Park & Zoo, Iwan Susanto, Minggu (3/5).

Menyiasati kondisi ini, Iwan mengaku, pihaknya terpaksa merumahkan pegawai dari semula 130 orang, kini tinggal 50 orang saja. Begitu pun untuk jatah pakan satwa yang terpaksa harus diganti.

"Untuk perawatan masih seperti biasa, cuma untuk pakan ada yang diganti. Misalnya hewan primata biasanya kita beri salak, apel dan rambutan, tapi sekarang diganti dengan makanan sejenis seperti timun dan lainnya. Untuk porsinya masih sama, cuma diganti nutrisinya agar pengeluaran lebih hemat," ujarnya.

Sedangkan bagi hewan karnivora seperti singa dan harimau yang jumlahnya
empat ekor dikurangi jatah makannya karena sangat menguras biaya. Jika
biasanya disediakan 5 kilogram daging sapi, kini diganti dengan 4 kilogram daging ayam. Untuk lebih memangkas biaya, dalam seminggu hewan-hewan ini terpaksa tidak diberi jatah makan sehari.

"Untuk makan hewan singa dan harimau kita ganti dengan daging ayam, biar biayanya bisa lebih irit. Hewan-hewan ini puasa di hari Sabtu," tuturnya.

Sama halnya dengan yang terjadi di seluruh kebun binatang di daerah
lainnya, pengelola Lembang Park & Zoo juga merasa akan sangat kesulitan
jika pandemi ini berakhir lebih lama.

Namun demikian, pengelola tidak akan mengambil opsi dengan mengorbankan
satwa lain untuk makanan hewan jenis karnivora seperti yang direncanakan di Kebun Binatang Bandung.

Satu-satunya harapan adalah pemerintah yang memberikan subsidi pakan,
terlebih ada sekitar 200 satwa yang dipelihara di sini merupakan satwa yang dilindungi.

"Mungkin kita juga akan membuka donasi dari pecinta satwa, bila ada
komunitas-komunitas yang ingin berbagi, akan sangat membantu sekali,"
jelasnya. (DG/OL-10)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Menunggu 5 Tahun, 15.500 Pohon Sengon Milik ASN Sikka Siap Panen

👤Gabriel Langga 🕔Senin 25 Januari 2021, 10:00 WIB
"Bulan Oktober tahun ini rencananya kita tebang pohon sengon jenis laut ini. Perusahaan di Jawa sudah siap...
Ist

Puluhan Rumah Hancur, Gubernur Babel akan Berjuang ke Pusat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 09:30 WIB
Di Desa Pulau Gersik, Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung, Provinsi Babel, ini tiap tahun hampir terjadi bencana abrasi yang...
ANTARA/Faisal Selian

Anak Harimau Terkena Jerat Babi di Aceh

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 25 Januari 2021, 09:21 WIB
Saat ditemukan, kaki kanan depan anak harimau liar berusia sekitar 1,4 tahun tersebut dalam kondisi luka bekas kawat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya