Sabtu 02 Mei 2020, 16:24 WIB

Cuaca Buruk Nelayan Pariaman Dua Pekan tidak Melaut

Antara | Nusantara
Cuaca Buruk Nelayan Pariaman Dua Pekan tidak Melaut

Antara
Sejumlah nelayan Pariaman, Sumbar sedang memperbaiki alat tangkap jaring.

 

KETUA Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pariaman, Sumatera Barat Adek Oswandi mengatakan sebagian besar nelayan di daerah itu hampir dua pekan memilih tidak melaut akibat cuaca buruk dan dampak pandemi Covid-19. "Yang melaut ada namun jumlahnya tidak berapa," kata dia di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan banyaknya nelayan di daerah itu tidak melaut karena cuaca yang tidak menentu sehingga menyulitkan mereka menangkap ikan. Apalagi, katanya saat ini beredarnya pandemi Covid-19 sehingga warga diminta untuk tetap di rumah.

Ia menyampaikan jumlah nelayan Pariaman yang terdaftar di HNSI Kota Pariaman sekitar 1.500 orang dengan ekonominya berada pada menengah ke bawah.

Oleh karena itu, lanjutnya berharap cuaca kembali normal serta bantuan langsung tunai dari pemerintah terhadap warga terdampak Covid-19 segera cair sehingga dapat membantu ekonomi nelayan. "Saat ini sudah warga ada yang mendapatkan bantuan namun juga ada yang belum, mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan itu dapat sampai kepada nelayan," katanya.

Sejalan dengan itu salah seorang nelayan Desa Naras Hilir, Kecamatan Pariaman Utara Rinal, 42, mengatakan dirinya sudah empat hari tidak melaut karena kondisi cuaca yang tidak kondusif sehingga akan membahayakan keselamatan jika memaksakan diri melaut. "Saya lebih memilih bertahan di rumah hingga kondisi cuaca normal,” ujarnya.

Ia menyampaikan dalam cuaca buruk sekarang ketinggian ombak bisa mencapai dua hingga tiga meter di tengah laut sehingga berbahaya bagi nelayan.

Nelayan di daerah itu lebih memilih menghabiskan waktu untuk memperbaiki alat tangkap ikan sehingga dapat digunakan kembali ketika cuaca kembali normal. (OL-12)

Baca Juga

MI/YOSEPH PENCAWAN

Berjuang Demi Warga Difabel dengan Kas Tipis

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:40 WIB
Sebagian besar dari siswa di kedua SLB tersebut berasal dari luar Kota Medan dan tinggal di panti asuhan milik...
dok.ant

Kualitas Air Sungai di Kota Yogyakarta Turun Imbas Sampah

👤Ardi T Hardi 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:06 WIB
DLH Kota Yogyakarta mencatat, dari hasil pemantauan, Indeks Kualitas Air (IKA) di tahun 2022 mencapai 38,42 persen, lebih rendah...
MI/BAYU ANGGORO

Jabar Quick Response Gelar Kompetisi SAR Sungai

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:05 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian khusus kepada mitigasi kebencanaan melalui inovasi dengan cara-cara yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya