Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dirawat di ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Zuhandi, diizinkan pulang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Sabtu malam mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium, Zuhandi sudah dinyatakan negatif. "Sempat dirawat di ruang isolasi 20 hari," katanya.
Ia mengatakan, sebelum dinyatakan boleh pulang, tim medis yang merawat telah mengambil sampel dan mengujinya di laboratorium. "Dua kali hasil uji lab dinyatakan negatif," katanya.
Setelah dinyatakan negatif hingga dua kali, jelasnya, Zuhandi kemudian diperbolehkan pulang."Sabtu malam, meninggalkan rumah sakit," katanya.
Sementara Zuhandi dalam jumpa pers di RSUD Panembahan Senopati mengakui, sempat down setelah mendapat hasil swab yang menyatakan positif, terlebih menjadi pasien nomor 1 di RSUD Panembahan Senopati yang terpapar virus korona.
Ia kemudian akhirnya mampu membangun kekuatan mental dan mengikuti seluruh saran tim medis untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kajari Bantul ini juga mengaku khawatir karena sebelum dinyatakan positif, sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Bantul. Saat dirawat di rumah sakit swasta itu, cukup banyak pejabat dan kolega di Bantul yang menjenguk.
"Akibatnya, banyak pimpinan OPD di Bantul yang harus menjalani isolasi mandiri," katanya. Zuhandi kemudian meminta maaf atas kejadian itu.
Zuhandi juga merasa khawatir, jika kemudian ada penjenguk yang kemudian terpapar. Bahkan, ia juga khawatir dengan keluarganya. "Karena saat
dirawat di rumah sakit swasta, keluarga saya menemani. Bahkan anak saya ada yang kemudian terus di pelukan," katanya.
Namun kemudian Zuhandi menyatakan syukur, karena tidak satu pun pejabat atau pimpinan OPD di Bantul serta kolega dan keluarganya yang dinyatakan positif terpapar virus korona. "Menurut saya kekuatan mental menjadi kunci dalam mempercepat kesembuhan," ujarnya.
Karena itu, Zuhandi kemudian meminta pasien positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP) tidak panik dan berserah diri. Kekuatan mental harus tetap dijaga. Diakui setelah dinyatakan positif, sempat negatif dan kemudian kembali positif. Setelah mental tertata, barulah dapat melewati semua.
Pada kesempatan itu ia mengatakan tidak tahu tertular virus korona saat berada di mana. Sebelum jatuh sakit dan dinyatakan positif, sempat melakukan perjalanan ke Bandung dan Jakarta.
Dia menyatakan terima kasih dan apresiasi yang besar kepaa seluruh paramedis dan tim medis RSU Panembahan Senopati yang telah memberikan perawatan yang terbaik sehingga dapat sembuh.
Zuhandi berpesan, agar masyarakat mematuhi perintah pemerintah, salah satunya seminimam mungkin keluar rumah. Karena, ujarnya, kita tidak tahu di mana dan kapan terpapar. "Tiba-tiba nyeri, panas tinggi dan positif," katanya. (OL-13)
Baca Juga: NasDem Minta Ketua DPRD Tunda Pemilihan DKI-2
Baca Juga: Dukung Pemerintah Soal PSBB, Polri Terbitkan Surat Telegram
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved