Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hibahkan Gaji demi Atasi Korona

(MG/BB/SL/FB/YH/N-1)
03/4/2020 07:10
Hibahkan Gaji demi Atasi Korona
Bupati Baddrut Tamam dan wakilnya Raja'e sepakat menghibahkan gaji kepada para relawan Covid-19.( Dok.Pemkab Pamekasan)

 

PANDEMI virus korona membuat semua prihatin. Berbagai upaya dilakukan agar penyebaran covid-19 itu bisa ditangani dengan maksimal. Bahkan para pejabat di daerah rela mendonasikan gaji mereka untuk mempercepat penanganan itu.

Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Baddruttamam dan Wakil Bupati Rajae, menyatakan seluruh gajinya dihibahkan untuk operasional relawan yang membantu Satgas Covid-19. Hibah gaji itu bisa digunakan untuk pembelian alat pelindung diri (APD) dan peralatan lainnya, serta pengadaan media sosialisasi. Baddruttamam mengatakan pihaknya sudah bersepakat dengan Wakil Bupati untuk menghibahkan seluruh gaji mereka selama masa tanggap darurat covid-19 di Pamekasan untuk relawan. "Kami tidak akan mengambil gaji dan menyerahkannya kepada relawan," katanya, kemarin. Ia menjelaskan, penyerahan hibah gaji tersebut dilakukan setiap bulan melalui satgas covid untuk diteruskan kepada tim relawan. Di Pamekasan terdapat beberapa tim relawan yang membantu satgas covid.

Hibah gaji juga dilakukan Wali Kota Sukabumi, Jawa Barat, Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Andri Hamami selama empat bulan, untuk membantu penanggulangan covid-19. Keputusan yang diambil mereka itu diharapkan bisa memotivasi pihak lain agar mau menyisihkan pendapatannya untuk bersama-sama menanggulangi pandemi covid-19. Hal serupa sudah lebih dulu dilakukan Gubernur Jambi bersama bupati dan wali kota di provinsi itu. Bupati Muarojambi Masnah Busyro, misalnya, menghibahkan tiga bulan gajinya untuk mendukung kinerja tim terpadu Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, terutama untuk pengadaan alat pelindung diri dan disinfektan. Demikian halnya yang dilakukan Fraksi Partai NasDem DPRD Flores Timur, Nusa Tenggara Tmur, yang memutuskan meniadakan reses masa sidang dua tahun 2020 dan mengalokasikan dana reses perorangan anggota DPRD untuk penanganan covid-19 di wilayah setempat. Di sisi lain, DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengembalikan anggaran perjalanan dinas atau kunjungan kerja para wakil rakyat sebesar Rp3,16 miliar ke kas daerah. Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan pengembalian anggaran diharapkan dapat membantu penanganan pandemi virus korona. (MG/BB/SL/FB/YH/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya