Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) berharap Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah dibentuk mampu menghadapi potensi bencana khusus banjir. Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa mengatakan Destana adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan
menghadapi potensi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.
Untuk itu, keberadaan Destana sebagai ujung tombak BPBD di desa sangat dibutuhkan dan harus dibentuk di seluruh Kabupaten/kota di Babel.
"Hingga saat ini sudah ada 35 destana yang kita bentuk, tersebar di kabupaten/Kota," kata Mikron, Senin (2/3).
baca juga: Dua hektare Lahan Sawah di Tasikmalaya Tertutup Longsor
Ia menjelaskan Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur, Belitung dan Pangkalpinang sudah dibentuk masing-masing 5 destana. Setelah terbentuk ini, lanjutnya 35 Destana yang tersebar di kabupaten/kota ini akan diluncurkan tahun ini. (OL-3)
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved