Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU rumah tangga dinilai lebih rentang terpapar radikalisme, soalnya kerap kali apa yang dilihat langsung di posting di media sosial tanpa difilter dan verifikasi.
Menurut Kepala Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Selatan, Achmad Rizwan, di era globalisasi saat ini penggunaan media sosial bisa diakses oleh siapapun. Namun sayangnya, ditengah kemajuan teknologi rentannya terpapar paham radikalisme serta berita-berita hoax perlu mendapat perhatian khusus.
Dia menilai, ibu rumah tangga lebih rentan terpapar hal-hal tersebut.Lantaran sering kali apa yang dilihat langsung di posting di media sosial tanpa difilter dan verifikasi.
''Radikalisme saat ini tumbuh subur melalui media sosial. Inilah tantanganya bagaimana kita menghalau serta memberikan pemahaman apa yang baik dan buruk. Ada baiknya ibu-ibu juga bisa bijak dalam bermedsos,'' ujarnya, Jumat (6/12).
Sebagai lembaga yang tupoksinya memberikan pemahaman seputar media sosial khususnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi terutama ke masyarakat dan anak-anak muda agar mereka terhindar dari radikalisme.
''Tupoksi pengawasan ada di Kominfo namun untuk menindak ada pada pihak kepolisian. Terpenting bagaimana agar masyarakat paham soal aturan UU ITE, apa yang boleh dan tidak dilakukan dalam Bermedsos,'' tegasnya.
Untuk di Sumsel sendiri, penggunaan media sosial cukup tinggi terutama Instagram. Berbeda dengan di Jakarta dimana Twitter masih menempati posisi tertinggi.
''Semua media sosial berpotensi munculnya paparan radikalisme. Tinggal bagaimana sebagai pengguna untuk memahami mana yang pantas untuk dikonsumsi,'' tandasnya. (DW)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved