Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

1.000 Turis Diprediksi Saksikan GMT

Surya Sriyanti
06/2/2016 13:17
1.000 Turis Diprediksi Saksikan GMT
(ANTARA/Nova Wahyudi)

PEMERINTAH Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mempersiapkan sejumlah kegiatan paket wisata untuk menyambut sekitar 1.000 wisatawan yang diperkirakan hadir untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT).

Wakil Wali Kota Palangkaraya, Moffit Saptono Subagio, di Palangkaraya, Jumat (5/2), mengaku momentum langka GMT akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah objek wisata kepada wisatawan.

Untuk itu, Moffit menugasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menginventarisasi semua hotel, baik yang berbintang, melati, maupun sejumlah rumah tinggal (homestay).

"Kami perkirakan pada H-2 dan H-1, sejumlah hotel sudah full booked. Minggu depan kami akan juga berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Hotel dan Restoran untuk memberitahukan kepada anggota mereka. Walaupun bukan berbintang, diharapkan mereka bisa memberikan fasilitas layaknya hotel berbintang," jelasnya.

Kegiatan wisata yang akan diperkenalkan, lanjut dia, di antaranya wisata susur Sungai Kahayan dengan menggunakan kapal, kemudian wisata religi di Bukit Batu yang merupakan pertapaan tokoh Kalteng, dan melihat pusat reintroduksi orang utan di Nyaru Menteng, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya.

Moffit menambahkan pemerintah juga akan melakukan edukasi mengenai cara melihat gerhana matahari yang aman tanpa merusak kesehatan mata.

Momen GMT pada 9 Maret diperkirakan dapat disaksikan di sejumlah kota di Kalteng, seperti Palangkaraya, Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun), Seruyan, Kotawaringin Timur (Sampit), Katingan, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Lamandau.

Sementara itu, pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan berupaya membantu mempromosikan acara menyaksikan fenomena alam GMT dari atas Jembatan Ampera Palembang.

"Fenomena alam yang langka ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik wisatawan Nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke daerah ini," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin, di Palembang.

GMT tahun ini hanya bisa dilihat di 11 provinsi di Indonesia.

Fenomena alam itu pernah berlangsung di Indonesia pada 1983 alias 33 tahun lalu.

GMT berikutnya baru akan terjadi pada 2023. (SS/Ant/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya