Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH optimistis menurunkan angka stunting hingga 14% dari total angka kelahiran anak pada 2024. Untuk mencapai angka itu, seluruh kabupaten dan kota diharapkan memiliki keberpihakan anggaran dan regulasi untuk percepatan pencegahan stunting. Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia masih berada pada angka 30,8%.
"Butuh konvergensi program seluruh OPD agar tidak tumpang tindih. Dengan begitu seluruh program terencana dan hasilnya pun terukur," kata Partnership Coordinator, Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden, Karnadi Harijanto dalam Semiloka Impelementasi Kemitraan Dalam Penanganan Konvergensi Stunting di NTT yang berlangsugn di Kupang, Rabu (4/12/2019).
Dia mengatakan saat ini sudah ada 260 kabupaten dan kota ditetapkan sebagai daerah prioritas pencegahan stunting. Sebagian besar sudah menandatangani komitmen. Namun dalam implementasinya ternyata tidak didukung anggaran dan regulasi yang memadai, Kondisi itu membuat komitmen pencegahan stunting tidak ada artinya.
Menurut dia, percepatan pencegahan stunting membutuhkan keberpihakan anggaran dan regulasi. Tanpa keduanya, target penurunan stunting hanya sekedar wacana dan pepesan kosong. Semiloka yang digelar di Hotel Swiss Belinn Kristal Kupang tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari tiga kabupaten yakni Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.
Karnadi menerangkan, ada lima pilar penting yang harus dilakukan agar semua program pencegahan stunting bisa sukses berjalan. Yaitu komitmen pemimpin, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, akses pangan bergizi, pemantauan dan evaluasi program. Karena itu, dia optimistis jika kelima pilar tersebut berjalan dengan dukungan anggaran dan regulasi maka target penurunan stunting sesuai arahan presiden bisa tercapai.
baca juga: Indeks Demokrasi di Babel Terjun Bebas
Dia juga mendorong pemanfaatan berbagai bahan pangan lokal untuk menambah asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui. Selain murah, panganan lokal menurutnya mudah di dapatkan di daerah. Artinya, asupan makanan yang dikonsumsi tidaklah harus mahal, tetapi berkualitas dan bergizi.
"Bahan pangan lokal juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga pemanfaatannya perlu lebih dimaksimalkan untuk pencegahan stunting. Di Kupang sendiri contohnya pemanfaatan daun kelor," imbuhnya. (OL-3)
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved