Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI sudah masuk musim hujan, sebagian pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Raharja di wilayah Cimahi dan Bandung Barat mengeluhkan masih sulitnya memperoleh air bersih. Salah seorang pelanggan, Alex ,51, warga Ngamprah mengaku heran karena hingga saat ini pasokan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Raharja masih tersendat. Padahal, hampir setiap hari sudah turun hujan.
"Saya heran, kenapa sudah turun hujan tapi air masih jarang mengalir. Kalau pun mengalir, paling hanya malam saja, itu pun volumenya sangat kecil," kata Alex, Minggu (1/12/2019).
Selama lebih dari tiga bulan, Alex kesulitan memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, ia terpaksa harus menempuh perjalanan hingga ke kantor Perumda Tirta Raharja dengan membawa beberapa buah jerigen dari rumahnya.
"Sejak air bersih sulit didapat, saya terpaksa ambil ke kantor PDAM. Biar enggak bolak-balik, saya bawa jerigennya banyak," ujarnya.
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan Perumda Air Minum Tirta Raharja, Sri Hartati mengakui, belum adanya kenaikan sumber air baku di Sungai Cijanggel. Hal itu menjadi penyebab utama belum meratanya pasokan air ke tiap pelanggan.
"Biasanya, dari angka normal 180 liter perdetik, saat ini masih 60 liter per detik. Efek kemarau sejak Juni 2019 masih terasa, turunnya hujan mungkin membantu, namun belum signifikan," ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, kata Sri, wajar jika masih ada pelanggan yang kesulitan mendapat air bersih. Pihaknya pun belum bisa memastikan kapan penyaluran air kembali normal. Pasalnya, kondisi itu tergantung pada kondisi alam dan cuaca.
Untuk mengatasi kendala pasokan ke pelanggan, pihaknya mengoptimalkan penjadwalan rekayasa pendistribusian air, serta penanggulangan air bersih melalui mobilisasi tangki air.
"Kita juga membuka spot air gratis di Kantor Perumda Air Minum Tirta Raharja, baik untuk pelanggan maupun non pelanggan. Jika masyarakat membutuhkan air, kami bersama BPBD siap mendistribusikan ke wilayah terdampak," tuturnya.
baca juga: Guru Harus Ajarkan Pancasila Dengan Mengikuti Zaman
Pihaknya memperkirakan, akan terjadi peningkatan permintaan air menjelang Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, saat ini pihaknya melakukan pembersihan saluran.
"Pasokan diusahakan sudah normal pada akhir bulan Desember atau jelang Natal dan Tahun Baru. Untuk saat ini, kami imbau pelanggan agar menggunakan air sesuai kebutuhan, tutup kran air jika tidak sedang digunakan," jelasnya. (OL-3)
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Upaya pengiriman air bersih untuk warga di wilayah Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah mencekam setelah sopir truk tangki menjadi sasaran tembakan
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved