Rabu 27 November 2019, 14:50 WIB

Cegah Serangan Vespa Affinis, Jateng Lakukan Patroli

Haryanto Mega | Nusantara
Cegah Serangan Vespa Affinis, Jateng Lakukan Patroli

Ist
Sarang Tawon Endhas

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) instruksikan agar kabupaten dan kota lakukan patroli untuk cegah merebaknya tawon vespa affinis atau tawon endhas.

Seperti diketahui sejak lima tahun terakhir sejumlah daerah di Jateng diserbu tawon edhas. Kabupaten yang paling parah terkena serangan tawon endhas adalah Klaten. Sejak tahun 2016 Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus. Dan 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak tahun 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, tawon endhas juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo dan Boyolali. Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat empat kasus.

Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon tersebut.

"Tindakan paling gampang sekarang harus ada patroli. Dan saya coba kontak dengan bupati agar ada patroli, tawon-tawon ini ada di mana dan apa yang terjadi," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (27/11).

Jika sudah dilakukan patroli dan ternyata Pemerintah Kabupaten tidak sanggup mengatasi, Ganjar mengatakan siap menerjunkan tim untuk
membantu. Namun Ganjar menegaskan agar Pemkab terlebih dulu gerak cepat mengatasi teror tersebut agar masyarakat tidak semakin resah.

"Saya butuh dari inisiatif dari Pemkab. Kalaulah kemudian diperlukan dari kita, kita siap turun tangan. Beberapa dinas sudah saya sampaikan
secara lisan mereka siap membantu. Tapi belum ada permintaan," katanya.

Gerak cepat tersebut minimal dengan menetapkan apakah kondisi sudah darurat atau belum. Dengan penetapan kondisi tersebut, pihak-pihak lain baru bisa turut terjun membantu termasuk pada ilmuan.

"Saya sebenarnya sudah menyampaikan ke bupati kalau seandainya segera diambil yang sifatnya mendekati darurat ya segera diambil dan segera dicarikan pakar," katanya.

Yang di Klaten misalnya, Ganjar mengatakan ilmuan dari Universitas Gajahmada siap turun membantu. Minimal menghubungkan Pemkab dengan ahli biologi agar bisa ditelaah secara ilmiah. Dengan begitu penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

"Beberapa ilmuan juga ingin menghubungkan Pemkab dengan ahli biologi di UGM untuk mencari sumbernya dan bagaimana menangani itu," katanya.

Pararel dengan itu, lanjut Ganjar, ilmuan bisa menganalisa ada apa dengan fenomena ini. Apakah manusia sudah mengganggu ataukah alam yang sekarang sudah berubah agar kita bisa mengantisipasi.

"Kalau tidak, bagaimana cara memproteksi diri sehingga perlu alat yang bisa dengan gampang yang bisa melindungi diri dari serangan tawon
ini," tegasnya. (OL-11)

Baca Juga

DOK MI

Positif Covid-19 di Kebumen Capai 2.537 Kasus

👤Lilik Darmawan 🕔Rabu 02 Desember 2020, 01:40 WIB
Kebumen masih tercatat sebagai zona merah. Di tingkat kecamatan, ada 7 kecamatan yang masuk zona merah, 16 kecamatan zona oranye dan 3...
DOK MI

Penegakan Prokes, Satgas Covid-19 Cianjur Sasar THM dan Restoran

👤Benny Bastiandy 🕔Rabu 02 Desember 2020, 01:15 WIB
Sasaran operasi yustisi pendisiplinan penerapan protokol kesehatan diarahkan ke wilayah Cipanas dan Pacet yang banyak lokasi tempat hiburan...
ANTARA

Masuk Zona Merah, Temanggung Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

👤Tosiani 🕔Rabu 02 Desember 2020, 00:32 WIB
Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Temanggung Gotri Wijianto, mengatakan penghentian simulasi KBM...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya