Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mengimbau ke setiap perangkat daerah pelayanan publik agar menyiapkan berbagai fasilitas bagi difabel.
"Sebetulnya, imbauan ini sudah kami layangkan ke setiap perangkat daerah, terutama yang fokus pada pelayanan. Seperti halnya di RSUD Sayang Cianjur, di sana sudah tersedia fasilitas-fasilitas bagi kalangan difabel. Dilaksanakan atau tidak imbauan ini, itu tergantung dari setiap perangkat daerah," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali, hari ini.
Sejauh ini, kata Amad, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Sosial setempat, memprioritaskan bantuan bagi kalangan difabel. Di antaranya dengan memberikan bantuan kursi roda, alat bantu dengar, kaki dan tangan palsu, serta bantuan perlindungan sosial lainnya.
"Bantuan-bantuan ini rutin kami berikan yang anggarannya dialokasikan dari APBD Kabupaten Cianjur," tuturnya.
Jumlah difabel di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak lebih kurang 200 ribu jiwa. Mereka tersebar di 34 panti-panti sosial.
"Mereka juga (difabel) masuk dalam komponen PKH (Program Keluarga Harapan). Jadi, pada prinsipnya kami maksimal membantu dan mengakomodir kalangan difabel ini," jelasnya.
Bagi para panti sosial yang menampung kalangan difabel, Pemkab Cianjur juga memberikan bantuan keuangan masing-masing sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kondisi setiap panti untuk melayani kalangan disabilitas.
"Mudah-mudah bermanfaat," pungkasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana, mengatakan sejauh pengamatan, untuk fasilitas-fasilitas layanan bagi kalangan difabel di Kabupaten Cianjur mulai memadai. Namun Atep tak memungkiri, hingga saat ini keberadaan fasilitas tersebut belum maksimal.
"Artinya, belum ada secara menyeluruh," kata legislator Fraksi Partai Golkar ini.
Saat ini DPRD justru sedang mendorong agar Pemkab Cianjur bisa menyediakan ruang berkreasj bagi difabel. Selama ini Atep mengamati di Kabupaten Cianjur belum terdapat fasilitas tersebut.
"Jadi tidak hanya ramah saja, tapi juga harus bisa mengakomodir untuk mengeksplorasi kalangan difabel berkreasi positif," pungkasnya. (OL-11)
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved