Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA ditarik ke belakang, Bank Sampah di Kota Malang merupakan hasil ATM atau amati, tiru, dan modifikasi dari Bank Sampah di Kabupaten Bantul yang dibuat oleh Bambang Suwerda. Hal tersebut dijelaskan oleh Sekda Kota Malang, Wasto yang pertama kali menggagas Koperasi Bank Sampah di Kota Malang.
Pada 2010, Wasto yang saat itu menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang berkunjung ke Bantul untuk belajar bank sampah. Sepulang dari Bantul, Wasto berpikir agar Kota Malang bisa menerapkan hal tersebut dalam bentuk yang besar, berskala kota.
"Jika Bank Sampah di Bantul berskala desa, kami memiliki Bank Sampah Induk yang berskala kota," kata dia saat menerima rombongan Forum Wartawan Unit DPRD DIY dalam diskusi terkait pengelolaan sampah di Kota Malang, di Balai Kota Malang, Kamis (31/10).
Cara yang paling cepat untuk membuat Bank Sampah Induk, kata dia, adalah lewat wadah koperasi.
"Kami membentuk unit induknya terlebih dahulu, baru kemudian memperbanyak ke unit-unit di bawahnya hingga tingkat RT/RW," kata dia.
Dengan sistem induk Pemkot Malang bisa lebih leluasa dalam membina Bank Sampah. Wasto mengakui hasil menabung sampah emang hasilnya tidak besar, tidak bisa langsung untuk membeli sepeda motor. Oleh sebab itu, untuk membuat Bank Sampah tetap berjalan, ia harus jeli
memilih tokoh-tokoh di tingkat RT/RW untuk menggerakkan Bank Sampah. Mereka yang terpilih harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan berjiwa sosial.
"Bukan lagi rupiah jadi titik utama tapi kesadaran warga untuk lingkungan bersih dan kebanggaannya," ungkapnya lagi.
baca juga: Geliat Bank Sampah di Kota Malang
Pihaknya juga menggandeng PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga). Para anggota PKK dinilai lebih tekun dalam mengelola sampah. Saat ini, kata dia, tugas Pemkot Malang adalah terus merawat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap sampah. Cara yang dilakukan adalah mulai dari lomba terkait lingkungan hingga melibatkan ibu-ibu PKK.(OL-3)
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Warga RW 01 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/12) mendapatkan edukasi pelestarian lingkungan melalui penguatan Bank Sampah dan peningkatan akses kesehatan.
Program Waste to Empower diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bank sampah hingga 30%.
Bank Sampah Unit Dabaresih (Dago Barat Resik Hejo) mendapat dukungan dari PT Pegadaian Kanwil Bandung
Bank Sampah Gemilang yang berlokasi di Kelurahan Kubu Marapalam, Padang Timur, terus berinovasi mencari solusi atas persoalan sampah plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved