Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Bambang Gunawan meminta masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi secara tepat. Nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan untuk menjadi benteng pertahanan bangsa. Pasalnya, penggunaan teknologi informasi yang tidak tepat bisa mengakibatkan kerusuhan, seperti di Papua.
"Kami minta masyarakat bijak dalam bermedsos karena dari medsos bisa jadi unjuk rasa," kata Bambang saat mengisi Forum Diskusi Pancasila oleh Kemenkominfo dan DPR RI di Hotel Burza, Yogyakarta, Selasa (8/10).
Misalnya, ada guru yang meminta muridnya untuk membaca dengan keras, tetapi ketika di medsos kata keras menjadi kera sehingga mengakibatkan terjadinya unjuk rasa.
Dengan maraknya informasi yang tidak benar, ia pun meminta masyarakat untuk benar-benar menyaring informasi yang masuk dan dibagikan ke orang lain. Jika informasi tersebut dinilai meresahkan dan tidak diketahui kebenarannya, kita bisa tidak ikut menyebarkannya.
"Jangan serta merta disebarluaskan informasi yang tidak benar dan meresahkan," kata dia. Penting bagi masyarakat untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila pada situasi saat ini.
Pembicara lainnya, anggota DPR RI Sukamta mengungkapkan, Pancasila sangat penting sebagai benteng pertahanan bangsa yang sangat kuat. Pancasila bukan ditemukan, tetapi digali dari nilai-nilai yang sudah ada.
"Kita pelajari dan kita jaga nilai-nilai yang ada dalam Pancasila," kata dia.
Pancasila penting agar bangsa ini tidak terpecah seperti banyak bangsa-bangsa lain yang habis karena pertikaian geopolitik. Dinamika politik, politik pascapemilu, kebakaran hutan, Papua, dan lain-lain menunjukkan semakin pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila.
"Kita ingin membedah agar masyarakat kembali menelaah ,merenungi ideologi dasar, yaitu Pancasila," kata dia.
baca juga: BPBD Wonogiri Bentuk Relawan Disabilitas
Dengan sudut pandang yang benar dari sila-sila Pancasila, bangsa ini bisa lebih kokoh, tidak mudah terhasut, terpecah terbelah, dan terprovokasi. Semua dilaksanakan atas kepentingan kebangsaan bersama. (OL-3)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved