Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KODIM 0608 Cianjur, Jawa Barat, terus memonitoring potensi kebakaran hutan dan lahan bersamaan kemarau panjang sekarang. Pengawasannya dilakukan bersama-sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
"Untuk pengawasan karhutla, ada dari BPBD bekerja sama dengan kami melalui Babinsa melakukan monitoring wilayah. Kita terus laksanakan," ujar Dandim 0608 Cianjur Letnan Kolonel Rendra Dwi Ardhani, Minggu (15/9).
Luas Kabupaten Cianjur mencapai 350.148 hektare. Secara administratif pemerintahan terbagi menjadi 32 kecamatan dan 360 desa serta kelurahan. Dari luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 hektar, pemanfaatannya meliputi 83.034 hektare (23,71%) berupa hutan produktif dan konservasi, 58,101 hektare (16,59%) berupa tanah pertanian lahan basah, 97.227 hektare (27,76%) berupa lahan pertanian kering dan tegalan, 57.735 hektare (16,49%) berupa tanah perkebunan, 3.500 hektare (0,10%) berupa tanah dan penggembalaan/pekarangan, 1.239 hektare (0,035%) berupa tambak/kolam, 25.261 hektare (7,20%) berupa pemukiman/pekarangan, dan 22.483 hektare (6.42%) berupa penggunaan lain-lain.
"Ada beberapa wilayah yang kami waspadai berpotensi rawan kebakaran lahan dan hutan. Seperti di wilayah selatan yang masih banyak kawasan lahan dan hutan serta perkebunan. Sekarang kondisinya mulai kerinh dan tandus," bebernya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, menambahkan wilayah selatan diwaspadai berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, di wilayah tersebut relatif cukup luas dan terdapat kawasan dan lahan.
"Kami selalu mewaspadai potensinya, karena di sana (Cianjur selatan) masih terdapat banyak lahan gambut yang bisa mengering saat kemarau seperti sekarang," kata Sugeng, Minggu (15/9).
Sugeng mengaku BPBD sudah mengimbau setiap kepala desa atau camat agar mewaspadai berbagai potensi kebencanaan bersamaan kemarau sekarang. BPBD juga terus menekan kebiasaan buruk masyarakat yang kerap membakar alang-alang saat membuka lahan baru. Ulah itu ditengarai akan memicu potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
baca juga: https://mediaindonesia.com/read/detail/259506-angin-bantu-percepat-hilangnya-asap-karhutla-di-babel
"Membakar alang-alang jadi semacam kebiasaan. Kami sudah ingatkan masyarakat agar tak melakukan hal itu," jelasnya.
Selain lahan, tutur Sugeng, potensi bencana lain yang cukup diwaspadai terjadi saat kemarau saat ini kebakaran kawasan permukiman. BPBD sudah menerima beberapa kali laporan terjadinya kebakaran di kawasan permukiman penduduk. (OL-3)
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved