Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemkab Lembata Tetapkan 58 Desa Tangguh Bencana

Alexander P. Taum
18/8/2019 19:45
Pemkab Lembata Tetapkan 58 Desa Tangguh Bencana
Pemkab Lembata Tetapkan 58 Desa di Lembata, Tangguh Bencana.(MI/Alexander P. Taum)

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, NTT, telah menetapkan 58 Desa dari 114 Desa dan 7 kelurahan sebagai Desa Tangguh bencana.  Desa tangguh bencana madya sebanyak 24 desa dan desa tangguh bencana pratama sebanyak 34 desa.

Penetapan Desa Tangguh bencana itu menyusul kesiapsiagaan kelompok rentan, yakni anak dan perempuan yang sudah dilatih pemerintah dan kelompok NGO dalam menghadapi bencana, termasuk bencana kekeringan.  

Baca juga: KRI Lada Kejar KM Mina Sejati yang Dibajak di Kepulauan Aru

“Ini merupakan faktor kesiapsiagaan terhadap resiko bencana yang ditanam melalui masyarakat desa yang rentan terhadap bencana. Termasuk bencana kekeringan yang sedang kita hadapi saat ini,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Anthanasius Aur Amuntoda, Minggu (18/8).

Penjabat Sekda Lebata mengatakan, dari total 114 Desa dan 7 Kelurahan di Lembata, pemerintah telah menetapkan 58 Desa sebagai Desa Tangguh bencana, termasuk Desa terdampak kekeringan terparah yakni desa-desa yang berada di wilayah pesisir Lembata dan sejumlah desa di pegunungan.

Disebutkan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah menggelar Apel Siaga dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, guna memantau kesiapan 58 desa tersebut menghadapi berbagai jenis bencana.

“Kalau kita lihat saat ini kekeringan melanda hampir seluruh wilayah pesisir Lembata yang berdampak pada kekurangan air bersih. Ini juga bencana. Tetapi sebagaimana besar desa terdampak kekeringan itu telah ditetapkan pemda Lembata sebagai Desa Tangguh Bencana, sehingga ketangguhan lokal warga Desa setempat dapat diandalkan sambil menanti bantuan pemerintah dan pihak lain,” ujar Amuntoda.  

Kabupaten Lembata sendiri memiliki empat gunung berapi tipe A, yaitu gunung api Batutara, Ilelewotolok, Ile werung dan gunung Hobal, sehingga berpotensi menimbulkan gempa bumi dan tsunami di kabupaten ini.

Untuk itu, pemrintah daerah melaui BPBD yang bekerja sama dengan Lembaga LSM/NGO dan masyarakat dalam upaya terpadu untuk melakukan latihan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sebagaimana visi kebencanaan kabupaten lembata, yaitu ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, artinya masyarakat harus mampu meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya