Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bangka belum maksimal. Hal itu karena sarana dan prasarana yang dimiliki daerah tersebut belum memadai.
Bupati Bangka Mulkan mengatakan rata-rata sarana dan prasarana yang digunakan untuk memadamkan api sudah berusia tua, jumlahnya pun terbatas, sehingga personel yang melakukan pemadaman api tidak maksimal.
"Mobil damkar dan tangki kita rata-rata sudah tua. Jumlahnya pun terbatas. Ini jadi kendala kita, sehingga pemadaman api yang dilakukan personel hanya dengan peralatan seadanya," kata Mulkan. Jumat (2/8).
Apalagi di musim kemarau saat ini, menurutnya, kasus karhutla di Bangka cukup tinggi dan itu sering terjadi setiap hari, khususnya di jalan lintas Timur Bangka.
"Lintas timur ini kan banyak hutan dan lahan kering sehingga hampir setiap hari selalu ada lahan yang terbakar, memang tidak terlalu luas," ujarnya.
Baca juga: Gunung Ijen Terbakar, Wisatawan Harap Berhati-Hati
Untuk antisipasi keterbatasan sarana dan prasarana ini, pihaknya selalu minta bantu Damkar PT Timah dan milik swasta yang ada.
Selain itu, lanjut Mulkan, pihaknya sudah menginstruksikan BPBD dan Satpol PP serta Damkar untuk setiap saat patroli di sekitar jalan lintas timur. Begitu pula di daerah rawan karhutla lainya.
Menurut Mulkan, karhutla yang terjadi di sekitar jalan lintas timur ini lebih disebabkan karena pembuangan putung rokok yang masih ada bara apinya sehingga lahan kering terbakar.
"Memang itu bukan kesengajaan, tetapi kita tetap meminta pengedara untuk tidak membuang putung rokok sembarangan terlebih yang masih ada bara apinya," ucap Mulkan.(OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved