Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Surakarta, Jawa Tengah, melakukan inventarisasi kondisi pohon peneduh di sejumlah ruas jalan. Hasilnya, banyak di antara pohon tersebut yang masuk dalam kategori rawan tumbang.
"Jumlah persisnya saya lupa, ada ratusan. Mulai dari kategori rawan ringan, sedang, hingga berat," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Luluk Nurhayati, Jumat (26/7).
Pohon peneduh rawan tumbang itu tersebar di Jalan Slamet Riyadi, Jalan MT. Haryono, Jalan Ki Hajar Dewantara, Jalan KH Masykur, Jalan Ir Sutami, Jalan Gajah Mada, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Ki Mangunsarkoro, dan Jalan Brigjen Sudiarto.
Sebagai langkah pencegahan, untuk pohon yang masuk kategori rawan ringan dan sedang akan dilakukan pemangkasan dahan dan ranting. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi beban akar pohon.
Baca juga: KLHK Siapkan 7.000 Bibit Pohon untuk Daerah Rawan Longsor NTT
Sementara, untuk rawan berat utamanya yang telah terdeteksi rawan mati akan ditebang. Namun, penebangan baru akan dilakukan setelah dilakukan penanaman pohon pengganti.
Saat ini, lanjut Luluk, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta masih terus melakukan inventarisasi. Salah satunya di Jalan Adi Sucipto, mulai dari pertigaan perumahan Fajar Indah hingga Tugu Makutho.
Dari hasil inventarasisasi diketahui, selain usia dan ada satu faktor pemicu lain yang menyebabkan pohon peneduh itu rawan tumbang. Yaitu, perilaku masyarakat utamanya pelaku usaha di sekitar pohon peneduh.
"Banyak yang sering membuang air bekas memasak, oli bekas, dan membakar sampah di sekitar pohon. Kalau terus-terusan lama-lama pohon akan mati," kata Luluk. (A-4)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadirkan langsung pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah dan DPRD di wilayahnya.
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
KAPOLDA Jawa Tengah (Jateng), Ribut Hari Wibowo, memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama libur Lebaran 2026 di wilayahnya hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved