Senin 24 Juni 2019, 18:51 WIB

KLHK Siapkan 7.000 Bibit Pohon untuk Daerah Rawan Longsor NTT

Palce Amalo | Nusantara
KLHK Siapkan 7.000 Bibit Pohon untuk Daerah Rawan Longsor NTT

Dok Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono (kanan).

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyiapkan 7.000 bibit  tanaman keras yang akan ditanam di lokasi longsor di desa-desa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Bibit tanaman yang disiapkan tersebut antara lain  mangga, sukun, rambutan, nangka, dan jambu air.

"Minggu lalu saya berkunjung ke Manggarai Barat bersama KLHK, Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo, melakukan rapat koordinasi dan meninjau pemulihan daerah  terdampak," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono, Senin (24/6).

Menurutnya, bibit tanaman tersebut akan diserahkan melalui KPH Manggarai  Barat ke desa-desa yang mengalami bencana longsor. "KPH Manggarai Barat akan melakukan penanaman pada musim hujan. KPH juga akan memastikan perawatan dan pemeliharaan bibit usai ditanam," tambahnya.

Menurutnya, penanaman pada daerah longsor merupakan bagian dari pemulihan lingkungan pasca bencana. Bibit tanaman itu sudah ditanam secara simbolis di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat.

Baca juga: Pencarian Korban Longsor di Manggarai NTT Dilakukan Secara Manual

Adapun bencana tanah longor di Manggarai Barat terjadi akibat hujan lebat pada 7 Maret 2019 di Desa Tonong Belang, Kecamatan Mbiling mengakibatkan mengakibatkan delapan warga setempat tewas. Ketika itu bencana longsor juga terjadi di Desa Gorontalo Dusun Gorontalo, Desa Golo Bilas Dusun Nanganae, Kecamatan Komodo.

Wakil Bupati Manggarai Barat Maria juga menerima paket Lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE). Dalam rapat ini juga dibahas komitmen Pertamina terkait ketersediaan BBM dan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi oleh Bakti.

Dalam pertemuan di Kantor Bupati Sikka, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  memaparkan pembangunan jalan dan infrastruktur.

Agung mengingatkan, pembangunan jalan harus memerhatikan pembangunan sistem drainase yang baik agar jalan yang sudah dibangun tidak lekas rusak.

Agung menyampaikan, dalam kunjungan ke calon lokasi terminal peti kemas di Bari, jalan masih terputus dan belum diaspal, ditambah lagi lokasi itu masih belum terjangkau listrik dan sinyal telekomunikasi. "Begitu jalan putus, hilang pula sinyal di sana. Kita sudah berkoordinasi dengan BAKTI dan kita juga sudah bersurat kepada para bupati di Provinsi NTT untuk melakukan identifikasi lokasi di daerahnya yang membutuhkan percepatan perbaikan jaringan TI," ujarnya.

Di antaranya Bupati Rote Ndao dan Bupati Nagekeo memberikan respons positif dengan menyiapkan proposal perbaikan jaringan teknologi inforamsi (TI) kepada Bakti.

Agung menambahkan perbaikan jaringan telekomunikasi akan mendorong invesatasi khususnya sektor garam, energi, hingga pariwisata. Tentunya perbaikan jaringan energi dan telekomunikasi akan mendorong perbaikan pelayanan publik. Dalam kunjungan ke lokasi akses internet di Puskesmas Labuan Bajo, dilaporkan masih ada Pustu (Puskesmas pembantu) di Manggarai Barat yang sama sekali belum berlistrik. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More